Virus Corona
Tak Perlu Lockdown, Indonesia Tiru Cara Vietnam Berperang Lawan Corona
Tak perlu lockdown, Indonesia tiru cara Vietnam berperang lawan Corona Pemerintah Indonesia terus mencari cara menghentikan
Bilik yang menyemprotkan air elektrolit ini didesain dan diproduksi oleh Institut Nasional Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vietnam, yang bekerja sama dengan Vietnam Academy of Science and Technology (VAST).
Institut Nasional Kesehatan Kerja dan Lingkungan yang merupakan Kementerian Kesehatan Vietnam, mengatakan bilik ini telah dipasang dan bisa digunakan di area padat penduduk.
Hanya butuh waktu 15-20 detik untuk membersihkan diri di bilik ini, dan satu bilik bisa digunakan sampai 1.000 orang per hari.
Kemudian Dr Kidong Park, perwakilan Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Vietnam menyatakan, kunci sukses Vietnam adalah "respons yang konsisten dan proaktif".
Park menjelaskan, Hanoi mengaktifkan sistem respons mereka dengan mengintensifkan pengawasan, menggalakkan pengujian laboratorium.
Lalu memastikan tidak ada infeksi di fasilitas kesehatan, menyegel informasi negatif atau hoaks, hingga kolaborasi dari berbagai sektor.
Meski demikian, Vietnam enggan berpuas diri.
Kementerian Kesehatan Vietnam menyatakan jika diibaratkan perang, maka mereka baru memenangkan babak pertama.
"Kami belum meraih kemenangan total dalam pertempuran ini karena segalanya tidak bisa diprediksi," jelas Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam merujuk kepada penyebaran virus di seluruh dunia.
Juru Bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, mengungkap ada penambahan kasus baru virus Corona di Indonesia hingga Kamis (19/3/2020) pukul 12.00 WIB.
Angka kasus virus Corona di Indonesia bertambah 82 kasus dari hari sebelumnya menjadi 309.
Sebelumnya, Rabu (18/3/2020), pemerintah mencatat ada 227 kasus virus Corona di Indonesia.
"Total kasus hingga hari ini 309 orang," kata Acmad Yurianto dalam keterangan pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020).
Dari 82 kasus baru tersebut tercatat penambahan kasus terbanyak terjadi di Jakarta.
Tercatat ada 52 kasus baru positif Corona di Jakarta.
"Di DKI ada penambahan 52 kasus baru sehingga akumulasinya menjadi 210 orang," katanya.
Kemudian penambahan kasus baru terjadi di Banten sebanyak 10 orang, Yogyakarta 2 orang, Jawa Barat 2 orang, Jawa Tengah 4 orang, Jawa Timur 1 orang, Kalimantan Timur 2 orang, Kepulauan Riau 2 orang, Sumatera Utara 1 orang, Sulawesi tenggara 3 orang, Sulawesi Selatan 2 orang, dan Riau 1 orang.
Sementara itu untuk pasien sembuh dilaporkan bertambah 4 orang sehingga totalnya hingga kini ada 15 orang penderita Corona dinyatakan sembuh.
Semuanya pasien sembuh tersebut berasal dari DKI Jakarta.
Untuk angka pasien Corona yang meninggal dunia pun mengalami peningkatan sebanyak 6 orang sehingga totalnya hingga saat ini ada 25 pasien Corona yang meninggal dunia.
Penambahan 6 pasien meninggal dunia tersebut 5 orang berasal dari Jakarta dan satu orang dari Jawa Tengah.
Berikut rinciannya;
1. Bali: 1 orang
2 Banten: 27 orang
3. DIY: 5 orang
4. DKI Jakarta: 210
5. Jawa Barat: 26
6. Jawa Tengah: 12
7. Jawa Timur: 9
8. Kalimantan Barat: 2
9. Kalimantan Timur: 3
10. Kepulauan Riau: 3
11. Sulawesi Utara: 1
12. Sumatera Utara: 2
13. Sulawesi Tenggara: 3
14. Sulawesi Selatan: 2
15. Lampung: 1
16. Riau: 2
Total kasus: 309 Orang
Pasien sembuh:
DKI Jakarta 15 orang
Total pasien sembuh sembuh 15
Pasien meninggal dunia:
1. DKI Jakarta: 17 orang
2. Jawa Tengah: 3 orang
3. Bali: 1
4. Banten: 1
5. Jawa Barat: 1
6. Jawa Timur: 1
7. Sumatera Utara: 1
IKUTI >> Update virus Corona
Artikel ini telah tayang di pos-kupang.com dengan judul Vietnam Sukses Jinakan virus Corona, Kini Idonesia Sedang Ambil Contoh Berupaya, Begini Caranya!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/perawat-lawan-virus-corona-25032020_2.jpg)