Liga 1
Persib Ogah Terang-terangan Soal Pembayaran Gaji Pemainnya, PSIS Semarang Jamin Berjalan Normal
Persib Bandung ogah terang-terangan pembayaran gaji pemainnya, PSIS Semarang jamin berjalan normal meski Liga 1 terhenti imbas Virus Corona covid-19
Pada rapat darurat yang digelar sepuluh klub Shopee Liga 1 2020 beberapa waktu lalu, para pemain bahkan terancam akan mendapat pemotongan hak.
Para pemain disebut hanya akan mendapatkan gaji sebesar 25% terhitung bulan Maret sampai kompetisi kembali dimulai.
Ditanya mengenai masalah tersebut, Kuswara S. Taryono berujar bahwa penyesuaian gaji para pemain merupakan ranah internal klub.
"Menyangkut itu, biar menjadi urusan internal manajemen dengan pemain.
Pokoknya menyangkut hubungan internal antara pemain, ofisial, dan manajemen, nanti akan ada komunikasi lebih lanjut," ucapnya seperti dikutip BolaSport.com dari Tribun Jabar.
Anak asuh Robert Rene Alberts sendiri saat ini berada di posisi teratas klasemen sementara Shopee Liga 1 2020 dengan koleksi sembilan poin.
Supardi dkk berhasil mencatatkan sapu bersih dalam tiga laga pembuka, meliputi pertandingan melawan Persela Lamongan, Arema FC, dan PSS Sleman.
• Cegah Covid-19, Persib Lebih Dulu Lakukan Antisipasi Virus Corona, Persija Kapan?
PSIS Semarang Justru jamin berjalan normal
Sementara itu, CEO PSIS semarang, Yoyok Sukawi menjamin pihak manajemen PSIS tetap membayar gaji pemain sesuai haknya di tengah wabah Virus Corona saat ini.
"Soal gaji, kalau PSIS, kita siap kok kalau harus libur dulu baru nanti main lagi bulan Juni, Juli, atau bahkan September. Tidak ada masalah.
Atau mau stop kami juga tidak ada masalah," kata Yoyok, Rabu (25/3/2020) siang saat dihubungi.
"Selama libur ini tidak ada keputusan apa-apa masih berjalan normal. Kita tetap membayar gaji pemain sesuai biasanya," ungkapnya.
Disinggung soal kerugian klub, Yoyok mengatakan tak perlu menjawab soal hal itu. Sebab sudah pasti klub merugi atas penghentian sementara kompetisi.
"Sekarang semua pasti rugi. Klub mau bertanding tidak bisa, kita mau jualan tidak bisa, tokonya tutup. Semua (industri) pasti rugi termasuk sepakbola.
Kecuali wartawan media, kalau media masih bisa by phone, by online.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/persib-bandung-dan-psis-semarang-27032020.jpg)