Pilkada Samarinda
Poros Baru Pilkada Samarinda, Ketua DPC PAN Jasno Rajin Bangun Komunikasi dengan PDIP dan Demokrat
Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Samarinda, Jasno, menjelaskan saat ini terus membangun komunikasi politik dengan PDIP dan Partai Demokrat.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Samarinda, Jasno, menjelaskan saat ini terus membangun komunikasi politik dengan PDIP dan Partai Demokrat partai besutan SBY ( Susilo Bambang Yudhoyono ) untuk pemilihan kepala daerah atau Pilkada Samarinda.
Hal itu dijelaskan Jasno, saat dikonfirmasi terkait klaim Partai Demokrat tentang koalisi bersama PAN dan PDI Perjuangan ( PDIP ).
"Ya ini komunikasi politik dengan PDIP cukup baik dan dan dalam penjajakan koalisi antara PDIP-PAN," tulis Jasno, melalui aplikasi WhatsApp, Jumat (27/3/2020).
Komunikasi, kata Jasno, terus dijalin agar dapat mengusung pasangan calon yang ideal.
"Sehingga dapat memenangkan dalam Pilkada tersebut," lanjut Jasno.
BACA JUGA:
• Poros Baru Pilkada Samarinda, Partai Demokrat Pastikan Berkoalisi dengan PAN dan PDIP
• Kader Demokrat Samarinda Pastikan Siap Jalani Tes Corona, Saat Ini 23 Orang Jalani Karantina Mandiri
Terkait komunikasi dengan Partai Demokrat, Jasno menjelaskan saat ini masih sebatas komunikasi dengan individu.
Belum ada komunikasi resmi antar partai.
"Tapi, secara individu tentunya tetap bangun komunikasi sehingga Demokrat juga bisa bergabung dalam rencana koalisi tersebut," kata Jasno.
Dalam Proses Penjodohan
Saat ini, komunikasi politik antara PAN dan PDIP, kata Jasno, dalam tahap upaya penjodohan.
"Dicari pasangan mana yang pas untuk memenangkan Pilkada Samarinda," kata Jasno.
Untuk lebih detail, Jasno tegaskan akan ada waktunya. Mulai dari kepastian koalisi dan nama bakal calon yang diusung.
"Semua masih tahap pembicaraan, tunggu tanggal mainnya. Kami sudah beberapa kali bertemu dengan PDIP," kata Jasno.
Jasno sempat menyebut satu nama, yakni Wakil Wali Kota Samarinda Barkati. Namun, untuk kepastian siapa yang akan diusung, ia kembali meminta waktu untuk bisa memastikan langkah politik yang akan dipilih.
(Tribunkaltim.co/Sapri Maulana)