Pemerintah Kota Tarakan
Walikota Tarakan Bentuk RT Siaga Covid-19
RT Siaga Covid-19 tujuannya, apabila ada warga di RT tersebut yang mengalami gejala demam, batuk, pilek dan sesak atau
Penulis: Junisah |
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Dalam mencegah penyebaran wabah penyakit Corona Virus Diases atau Covid-19 di Kota Tarakan, Walikota Tarakan dr Khairul M Kes bergerak cepat dengan mengambil berbagai langkah.
Salah satu langkah yang dilakukan orang nomor satu di Tarakan ini dengan membentuk RT Siaga Covid-19 di empat kecamatan. Yakni, Kecamatan Tarakan Barat, Tengah, Timur dan Utara.
Pembentukan RT Siaga Covid-19 dilakukan secara bertahap. Pasalnya di empat kecamatan ini terdapat 444 Ketua RT.
Untuk tahap pertama pembentukan RT Siaga Covid-19 dihadiri Ketua RT dari Kecamatan Tarakan Utara, Senin (30/3/2020) di Ruang Lubung Kantor Walikota Tarakan.
Khairul mengungkapkan, pihaknya membentuk RT Siaga Covid-19 tujuannya, apabila ada warga di RT tersebut yang mengalami gejala demam, batuk, pilek dan sesak atau pun yang datang dari daerah yang terjangkit Covid-19 dapat melakukan pantauan.
• Jadi Rumah Sakit Rujukan Pasien Covid-19 di Kaltara, RSUD Nunukan Sediakan 6 Ruang Isolasi
• Iwapi Kota Balikpapan Ingatkan Pentingnya Sertifikat Halal Bagi UMKM
• Mengejutkan, 300 Warga 1 Kecamatan Ini Positif Corona Usai Rapid Test Massal, Gubernur Minta Diulang
• Dinkes Bontang Sebut Jemaah Ijtima Gowa Asal Bontang Tak Gabung dengan Rombongan Balikpapan
"Saat ini peran RT sangat diperlukan. Sehingga apabila ada warga yang mengalami gejala tersebut dan baru tiba dari daerah terjangkit Covid-19 dapat memberikan informasi kepada satuan gugus tugas Covid-19 ataupun dibawa ke Puskesmas terdekat," ujarnya.
Menurut mantan Sekkot Tarakan ini, untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 harus ada kerjasama antar pemerintah dan warga.
"Untuk kondisi seperti ini kita tidak bisa hanya mengandalkan tim gugus tugas Covid-19 dan puskesmas, namun juga peran RT di lingkungan masing-masing," katanya.
Dengan dibentuknya RT siaga ini, nantinya masing-masing Ketua RT lingkungan setempat dapat memantau warganya.
Apabila ada yang mengalami gejala sakit, batuk, pilek, demam dan sesak napas dapat memberikan informasi kepada petugas gugus tugas Covid-19 atau membantu warganya ke puskesmas terdekat.
"Bukan itu saja, Ketua RT harus dapat memantau warganya untuk tidak melakukan kumpul dengan banyak orang. Kita berharap dan berdoa dengan yang kita lakukan langkah ini dapat mencegah penyebaran Covid-19," ujarnya.(adv/jnh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/khairul-rapat-rt-siaga.jpg)