Iwapi Kota Balikpapan Ingatkan Pentingnya Sertifikat Halal Bagi UMKM

Padahal, dengan sertifikasi halal membuat UMKM di Kota Balikpapan akan semakin berkembang. Misalnya melakukan ekspor ke luar negeri.

Dok Tribunkaltim.co
Para pelaku UMKM di Kota Balikpapan Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pengusaha wajib memiliki sertifikasi halal, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM ). Satu manfaat Usaha UMKM memiliki sertifikat halal adalah akan memperlancar pemasaran. Sebab sertifikat adalah sebuah jaminan dari otoritas yang berwenang menguji halal tidaknya sebuah produk makanan, minuman, dan produk terkait.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia ( Iwapi ) Kota Balikpapan, Ernawaty Gafar menyebut, sertifikasi halal sejauh ini masih menjadi kendala bagi sejumlah pelaku UMKM. Termasuk bagi anggota Iwapi, karena prosesnya memakan waktu lama.

Bahkan, ada usaha yang sudah berjalan selama 15 tahun namun masih belum memiliki sertifikasi halal.
"Syarat-syarat ini yang akhirnya membuat pelaku usaha menyerah dalam pengurusan sertifikasi halal," ujar Ernawaty ketika dihubungi.

Pengurusan Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ), yang mana dianggap lebih mudah karena terpenting adalah produk memenuhi standar mutu. Iwapi meminta kebijakan pemerintah untuk memudahkan pelaku UMKM dalam mengurus sertifikasi halal.

"Proses pengurusan yang memakan waktu, maka bisa membuat usaha mereka akhirnya macet karena waktunya habis untuk memenuhi syarat-syarat," ungkapnya.

BACA JUGA:

Tanggap Darurat Virus Corona, Disdagkop UMKM Tarakan Klaim Stok Sembako Aman, Minta Warga Tak Panik

Wabah Virus Corona, Wawali Bontang Dorong UMKM Gunakan Teknologi Pasarkan Dagangannya

"Misalnya anggota kami di Iwapi, mereka memiliki usaha katering yang ingin mengurus sertifikasi halal. Ternyata pernah produk bahannya diurai," tambahnya.

Padahal, dengan sertifikasi halal membuat UMKM akan semakin berkembang. Misalnya melakukan ekspor ke luar negeri.

"UMKM banyak yang keberatan. Apalagi, anggota Iwapi mayoritas merupakan pelaku UMKM yang bergerak di bidang penyedia makanan atau kuliner, baik katering maupun produk makanan kering. Berbeda dengan restoran besar, pengurusan sertifikasi halal bisa jadi tidak terlalu membebani," tandasnya.

(Tribunkaltim.co/Heriani)

Penulis: Heriani AM
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved