Kamis, 7 Mei 2026

Sejarah Hari Ini

Sejarah 1 April, Lengsernya Nurdin Halid Setelah 8 Tahun Kuasai PSSI, Sempat Memimpin dari Penjara

Momen sejarah 1 April mengingatkan kita pada kejadian 9 tahun silam saat Nurdin Halid lengser dari kursi empuk Ketua Umum PSSI.

Tayang:
Kolase TribunKaltim.co
Sejarah 1 April, Lengsernya Nurdin Halid Setelah 8 Tahun Kuasai PSSI, Sempat Memimpin dari Penjara 

TRIBUNKALTIM.CO - Momen Sejarah Hari Ini 1 April mengingatkan kita pada kejadian 9 tahun silam, saat Nurdin Halid lengser dari kursi empuk Ketua Umum PSSI.

Nama Nurdin Halid tidak asing di telinga pecinta sepak bola Indonesia.

Kiprah Nurdin Halid di PSSI terbilang lama. Sejak 2003, ia sudah menjabat Ketua Umum PSSI.

Namun, sepak terjangnya di PSSI terhenti pada 1 April 2011.

Nurdin Halid
Nurdin Halid (Kolase Tribunnews)

Nurdin Halid akhirnya diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI.

Keputusan itu dikeluarkan oleh induk organisasi sepak bola dunia FIFA menyusul serangkaian kekisruhan di tubuh sepak bola Indonesia.

Baca juga: SEJARAH HARI INI: 8 Tahun Lalu Djohar Arifin Pimpin PSSI Gantikan Nurdin Halid, Begini Kisahnya

Baca juga: Sejarah 28 Maret, Siti Nur Jazilah jadi Pasien Pertama Operasi Face Off di Indonesia, Nasibnya Kini?

Baca juga: SEJARAH HARI INI 9 Maret: Lahirnya Inter Milan di Liga Italia, Kental Nuansa Warna-warni Dunia

Baca juga: SEJARAH HARI INI 6 Maret: Real Madrid Lahir dari Perpecahan, Klub Penggagas Copa del Rey

Nurdin Halid dianggap sosok yang paling bertanggung jawab terhadap kekacauan itu.

Nurdin terpilih sebagai Ketua Umum PSSI pada Rapat Anggota PSSI di Hotel Indonesia tahun 2003.

Semasa kepemimpinannya, Nurdin Halid dikenal sebagai sosok kontroversial karena beberapa kali memimpin organisasi dari balik jeruji besi penjara.

Kontroversi yang pernah dia buat antara lain:

  1. Mengumumkan ide menaturalisasi pemain asing.
  2. Menambah jumlah peserta Liga Indonesia tiap tahun sehingga tidak ada klub yang terdegradasi.
  3. Menentang penghentian pengucuran dana APBD untuk klub.
  4. Mengurangi sanksi Persebaya Surabaya yang sebelumnya terlibat kerusuhan pertandingan secara besar-besaran (dari larangan main di kandang selama dua tahun menjadi hanya larangan sebanyak 3 kali pertandingan kandang).
  5. Menolak untuk mundur meski mendapat banyak tekanan, termasuk dari pemerintah dan FIFA.
  6. Menyebut kesuksesan timnas Indonesia di Piala AFF 2010 adalah hasil karya Partai Golkar.
  7. Mengubah format kompetisi dari satu wilayah menjadi dua wilayah dengan memberikan promosi gratis kepada 10 tim yakni Persegi Gianyar, Persiba Balikpapan, Persmin Minahasa, Persekabpas Pasuruan, Persema Malang, Persijap Jepara, Petrokimia Putra Gresik, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, dan Deltras Sidoarjo.

Adapun daftar kasus hukum yang menjerat Nurdin Halid adalah sebagai berikut:

  1. 16 Juli 2004, Nurdin Halid ditahan sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan gula impor ilegal.
  2. (Hampir setahun kemudian pada 16 Juni 2005, dia dinyatakan tidak bersalah atas tuduhan tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dibebaskan. Putusan ini lalu dibatalkan Mahkamah Agung pada 13 September 2007 yang memvonis Nurdin Halid dua tahun penjara).
  3. 9 Agustus 2005, terlibat kasus impor beras dari Vietnam dan divonis penjara dua tahun 6 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
  4. 17 Agustus 2006, Nurdin Halid dibebaskan setelah mendapatkan remisi dari pemerintah bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia.
  5. 13 Agustus 2007, Nurdin Halid kembali divonis dua tahun penjara akibat tindak pidana korupsi dalam pengadaan minyak goreng.
Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved