Virus Corona di Balikpapan

Imbas Virus Corona, PAD Balikpapan Diprediksi Anjlok 50 Persen, Pemkot Rencanakan Revisi Anggaran

Wabah virus Covid-19 atau Virus Corona cukup membuat aktivitas perekonomian masyarakat di Kota Balikpapan Kalimantan Timur menjadi tersendat.

TribunKaltim.co/Budi Susilo
Mata uang rupiah Republik Indonesia. Wabah virus Covid-19 atau Virus Corona cukup membuat aktivitas perekonomian masyarakat di Kota Balikpapan Kalimantan Timur menjadi tersendat. Hal ini tentu menimbulkan dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) Kota Balikpapan yang diprediksikan akan anjlok hingga 50 persen. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Wabah virus Covid-19 atau Virus Corona cukup membuat aktivitas perekonomian masyarakat di Kota Balikpapan Kalimantan Timur menjadi tersendat.

Hal ini tentu menimbulkan dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) Kota Balikpapan yang diprediksikan akan anjlok hingga 50 persen.

Melihat jauh kedepan, mau tidak mau pemerintah kota pun akan mengambil kebijakan untuk dapat merevisi anggaran tahun 2020.

Dengan begitu, Walikota Balikpapan Rizal Effendi dalam waktu dengan akan membicarakan hal ini kepada para legislatif untuk meminta restu.

"Kita telah memprediksi pendapatan kita akan turun, baik dari PAD maupun dari DBH, kita memprediksi antara 30 sampai 50 persen, jadi kita harus menghitung yang terburuk yaitu 50 persen," ujar Rizal Effendi kepada Tribunkaltim.co.

BACA JUGA:

 Geger Info PDP Covid-19 Kabur, Walikota Rizal Effendi: Pemkot Balikpapan Masih Pastikan Statusnya

 UPDATE Virus Corona di Balikpapan, 2 Ribu Set Alat Pelindung Diri Mendarat di Base Ops Lanud Dhomber

Dijelaskan rizal, saat ini pemerintah kota tentunya juga menghindari lelang barang atau pembangunan tanpa perhitungan secara matang.

Ia tidak ingin saat sudah terdapat kesepakatan, namun justru tidak ada uangnya seperti yang pernah dialami tahun 2015/2016 lalu.

"Kita akan merevisi atau menunda kegiatan yang belum kita lelang, kedua kita akan alihkan dananya untuk antisipasi jika anggaran penanganan corona membesar," jelasnya.

Sementara itu, bersangkutan dengan proyek fisik yang harusnya sudah mulai lelang dibulan April, Rizal menyebut masih akan melihat terlebih dahulu.

Ia juga mengaku hingga saat ini dirinya masih belum mendapat laporan dari Dinas Pekerjaan Umum terkait proyek mana saja yang akan ditunda.

"Saya juga belum dapat laporan untuk mana saja, PU masih menyusun proyek apasaja yang akan ditunda," tandasnya.

IKUTI >> Update Virus Corona

IKUTI >> Update Virus Corona di Balikpapan

(Tribunkaltim.co)

Penulis: Miftah Aulia Anggraini
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved