Berita DPRD Kalimantan Timur

Anjal-Pengemis Terus Bertambah Jelang Ramadhan, Ali Hamdi Minta Pemda Tegas Terapkan Perda

Walaupun pemerintah saat ini menerapkan social distancing atau pembatasan sosial akibat pandemi Corona-19 tetap saja masalah anjal

tribunkaltim.co/BUDHI HARTONO
Ali Hamdi, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim 

SAMARINDA - Persoalan tahunan yang kerap terjadi di perkotaan dan seakan sulit untuk dihilangkan adalah anak jalanan (anjal), gelandangan dan pengemis (gepeng) jelang memasuki bulan puasa atau ramadhan.

Walaupun pemerintah saat ini menerapkan social distancing atau pembatasan sosial akibat pandemi Corona-19 tetap saja masalah anjal dan gepeng dipredisi akan memenuhi disetiap sudut lampu pengaman lalu lintas.

Oleh sebab itu Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Ali Hamdi meminta agar pemerintah tegas dalam menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Penanganan Gelandangan, Pengemis, Anak Jalanan dan Pengamen dan Perda Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kaltim.

“Dari laporan masyarakat gepeng dan anjal sudah mulai banyak terlihat di sejumlah sudut lampu lalu lintas dan biasanya jumlahnya akan bertambah jelang bulan ramadhan dan idul fitri. Jadi pemerintah mesti tegas,” katanya.

Menuruntnya, koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota merupakan kunci sukses dalam memberantas anjal dan gepeng agar tidak lagi menjadi persoalan yang kerap kali menjadi momok suatu daerah.

Selain itu, pembinaan juga merupakan hal yang wajib dilakukan dalam rangka pencegahan agar anjal dan gepeng tidak lagi kembali ke jalanan. “Kalau melihat informasi dan data di sejumlah kota baik di dalam maupun diluar Kaltim rata-rata anjal dan gepeng tertangkap sudah beruang kali, artinya belum ada efek jera,” tuturnya.

Ia menyebut, penting untuk membangun kesadaran bagi mereka yang tertangkap dengan diberi bekal pelatihan bela negara dengan bekerjasama pihak TNI guna mendidik mental yang kuat tidak mudah menyerah dengan keadaan sekaligus bagaimana menambah rasa cinta tanah air.

“Anjal dan gepeng agar juga diberikan kemudahan dalam memenuhi hak-haknya seperti mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang layak. Disamping memang diberikan pelatihan keterampilan sebagai penopang ekonomi keluarga,” pungkasnya. (adv/hms4)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved