Selasa, 7 April 2026

Renungan Paskah 2020

Pdt DR Samuel Kusuma: Paskah Membawa Pemulihan dan Pendamaian bagi Umat Manusia

Balikpapan, Kalimantan dan Indonesia sehat dipulihkan dan segera semua yang terjadi diselamatkan, sehingga kita semua jadi Pemenang.

Editor: Fransina Luhukay
HO_Bethany FOG Balikpapan
Pdt DR Samuel Kusuma MTh, Gembala Senior Gereja Bethany Favor of God (FoG) Balikpapan 

*) Pdt DR Samuel Kusuma,M.Th - Gembala Senior Gereja Bethany FOG Balikpapan

“Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!“ (I Korintus 6:20).

 Minggu Paskah sedang kita jalani di Tahun 2020, dirayakan dengan kesederhanaan dan dari rumah dalam menghadapi Krisis Global: Pandemi Covid 19 dan goncangan ekonomi yang terjadi. Kita diingatkan oleh Firman Tuhan makna dari Paskah yang sesungguhnya: Pengorbanan Kristus di kayu salib dan Kebangkitan-Nya dari kematian pada hari Minggu pagi tersebut, membuktikan Keilahian Kristus Yesus.

 Maka kita harus Mengambil Makna Paskah di Tahun ini dalam perspektif bahwa: “Paskah membawa Pemulihan dan Pendamaian bagi umat manusia”, sangat relevan karena itu kita harus menghadapi ujian kehidupan saat ini dengan memandang hanya kepada Kristus Yesus Tuhan, sehingga kita semua bersama-sama dapat melewati ini semua dengan kemenangan bersama Kristus.

 Tuhan Yesus di kayu salib itu berkata "Tetelestai – Sudah selesai!" (Yohanes 19:30), itu merupakan suatu ucapan kemenangan atas perseteruan terhadap dosa yang menyebabkan kematian kekal berganti menjadi anugerah kehidupan kekal bagi orang-orang yang mau menerima dan mengimani karya Kristus yang terbesar ini.

 Kata Yunani τετελεσται – Tetelestai ini berasal dari kata kerja τελεω – teleô, artinya "mencapai tujuan akhir, menyelesaikan, menjadi sempurna." Kata ini menyatakan keberhasilan akhir dari sebuah tindakan. Ungkapan τετελεσται – Tetelestai adalah bentuk perfect tense Yunani yang bermakna penebusan telah dilaksanakan, sekali untuk selamanya, efeknya terasa hingga kini.

 Perfect tense dalam tata bahasa Yunani ini memiliki fungsi yang khas. Tidak ada padanan baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang mampu menyatakan makna yang terkandung di dalamnya secara utuh. perfect tense melibatkan tiga gagasan: tindakan yang berlangsung intensif; tindakan yang mengarah pada titik penyelesaian; dan keberadaan dari hasil tindakan. Proses yang dilibatkan dalam perfect tense adalah proses yang telah mencapai penyelesaian dengan suatu hasil pasti dari sudut pandang pembaca. Inilah Proklamasi Kristus bagi dunia dari kayu salib di Bukit Golgota:  (Yohanes 19:30) LAI TB, “Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: Sudah selesai (Tetelestai). Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.”

Kebenaran Paskah Pengorbanan Kristus di Kayu salib Bagi semua Umat Manusia, bahwa : Paskah membawa Pemulihan dan Perdamaian umat manusia dengan Allah dan sesama manusia, yang telah rusak karena dosa, diperdamaikan yang dibayar lunas oleh Kristus tergantung di atas Kayu salib menanggung dosa manusia dengan tergantung antara sorga dan bumi dan berseru “Tetelestai”(Sudah Selesai), supaya yang percaya kepada Kristus tidak binasa (Yoh 3:16).

KJV, When Jesus therefore had received the vinegar, he said, It is finished (TETELESTAI): and he bowed his head, and gave up the ghost. TR, οτε ουν ελαβεν το οξος ο ιησους ειπεν τετελεσται και κλινας την κεφαλην παρεδωκεν το πνευμα.

Translit Interlinear, hote {sesudah} oun {oleh karena itu} elaben {Dia menerima} to oxos {anggur asam} ho iêsous {Yesus} eipen {Dia berkata} tetelestai {verb – perfect passive indicative - third person singular, itu (sudah) diselesaikan} kai {dan} klinas {menunduk} tên kephalên {kepala} paredôken {Dia menyerahkan} to pneuma {Roh}

 Paskah Membawa Pemulihan dan Perdamaian umat manusia dari kegelapan dosa, sakit penyakit, kutuk, kemiskinan, kematian dan Maut “Tetelestai”(Sudah Lunas) di Kayu Salib Oleh Pengorbanan Kristus.

 OJB, Therefore, when Rebbe, Melech HaMoshiach received the vinegar, he menerjemahkan Kata Yunani: τετελεσται – tetelestai pada ayat Yohanes 19:30 ini. Kata נִשְׁלָם - NISH'LAM dari kata verba שִׁלֵּם - SILEM, dengan stem PI'EL, artinya: membayar dengan lunas.

 Pada naskah papyrus Yunani kuno terdapat satu tulisan tanda terima pajak pada masa jajahan Romawi dulu tertulis kata "Tetelestai" sebagai tanda bahwa itu telah dibayar dengan lunas.

 Dari pengertian ini, kata τετελεσται – Tetelestai juga mengandung makna bahwa hutang dosa itu telah dibayar dengan lunas dengan darah/nyawa Sang Mesias. Karena itulah para Rasul menggunakan satu terminologi untuk mengungkapkan kebenaran ajaran keselamatan manusia dalam istilah hutang-piutang (Kol 2:13-15,1 Pet 1:18-19,1 Kor 6:20).

 Paskah membawa Pemulihan dan Perdamaian umat manusia dari kematian kekal (Neraka) kepada kehidupan kekal (Sorga), ”Tetelestai” (Sudah Genap) apa yang dikatakan Kristus, sebelum disalibkan Kristus Yesus Berkata : “Akulah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan” (Yoh 14:6) dan di kayu salib Kristus berkata :“Sudah Genap”,bahwa Kristus satu-satunya Jalan ke Sorga.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved