Virus Corona

Pasien Sembuh dari Corona, Beri Pesan Optimis Percaya Diri Tumbuhkan Harapan, Tidak Boleh Galau

Sembuh dari virus Corona atau covid-19 adalah persoalan imunitas. Pikiran menjadi salah satu yang mempengaruhi imunitas.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Tenaga medis melakukan Simulasi Kesiapsiagaan Penanganan Virus Corona (Covid-19), di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Jalan KH Wahid Hasyim (Kopo), Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/3/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Selain ada orang yang mengidap Corona, positif covid-19 namun juga ada beberapa orang yang sudah sembuh dari Corona, telah menjadi mantan pasien covid-19.

Lantaran pernah positif Corona, ada pasien yang bercerita tentang pengalamannya. Terutama dalam hal bagaimana caranya cegah tangkal Corona tidak masuk ke dalam tubuh. 

Pesan-pesan yang disampaikan mantan pasien Corona ini memberikan manfaat bagi mereka yang belum terkena covid-19 ini. 

Sembuh dari virus Corona atau covid-19 adalah persoalan imunitas. Pikiran menjadi salah satu yang mempengaruhi imunitas, karenanya sebisa mungkin jangan galau.

Selain itu harus yakin untuk selalu mempunyai harapan. Hal itu diungkapkan oleh Riko Sihombing (54), pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari virus Corona atau covid-19, setelah dirawat di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur.

BACA JUGA:

BIN Buka Lowongan Kerja untuk Tim Penanganan Tes Covid-19, Simak Syarat dan Jadwal, Bisa jadi PNS

Satgas Kampung Siaga Covid-19 Pesona Bukit Batuah dan Taman Sari Santuni Korban PHK, Berikan Sembako

"Intinya, kalau untuk saudara-saudara yang masih terbaring jangan kendor karena semua prinsipnya sama. Virus itu nggak ada obatnya, jadi hanya mengandalkan sistem imunitas tubuh untuk melawan itu," ujar Riko, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (11/4/2020).

Dia menyadari semua itu tidak mudah. Apalagi pasien yang diisolasi harus terpisah dari keluarganya dan tak bisa beraktivitas seperti biasa yang dilakukan di luar sana. Tapi Riko meminta agar semua pihak tidak paranoid menghadapi covid-19.

Siapapun dan dimanapun memang dapat tertular, terutama mereka yang berada di usia rentan dan memiliki penyakit bawaan.

Menurutnya hal itu dapat diatasi dengan kewaspadaan dan dengan selalu mengingat untuk cuci tangan serta tak menyentuh wajah. "Jadi kalau menurut saya kita memang harus waspada terhadap covid-19, tapi juga jangan jadi paranoid. Yang penting kita mengedukasi diri bahwa kemana-mana pakai masker, rajin cuci tangan, jangan pegang muka," tandasnya.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved