Virus Corona di Berau
Update Covid-19 di Kabupaten Berau, 11 PDP Hasil Negetif, Orang Dalam Proses Pemantauan 92
Pemkab Berau, Kalimantan Timur, melalui Dinas Kesehatan Berau kembali merilis data terbaru perkembangan wabah Covid-19 atau Corona di Bumi Batiwakkal
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB -Pemkab Berau, Kalimantan Timur, melalui Dinas Kesehatan Berau kembali merilis data terbaru perkembangan wabah Covid-19 atau Corona di Bumi Batiwakkal, Minggu (12/4/2020).
Hingga Pukul 11.00 Wita, sesuai rekapitulasi penanganan Covid-19 Kabupaten Berau yang diterima TribunKaltim.co, pasien positif satu orang dan masih menjalani perawatan.
Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) 27 orang Jumlah tersebut tak mengalami penambahan dari data sehari sebelumnya, Sabtu (11/4/2020) Dari 27 orang Pasien Dalam Pengawasan 11 di antaranya hasil negatif. Sementara 16 lainnya masih proses pengawasan.
Sementara itu Orang Dalam Pemantauan ( ODP ) sesuai data terbaru mengalami peningkatan, kini jumlahnya mencapai 130 orang.
Sehari sebelumnya jumlah ODP Covid-19 di Kabupaten Berau sebanyak 129 orang. Dari 130 Kasus ODP 92 orang masih dalam pemantauan dan 38 telah selesai.
130 orang dalam pemantauan tersebut tersebar di 12 kecamatan dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Berau. Kecamatan Tabalar masih nihil untuk ODP kasus Covid-19.
• Soal Bantuan Langsung Tunai Pemkab Berau, Segini Jumlah Kepala Keluarga yang Sudah Terdata
• 82 Peserta Ijtima Dunia Asal Berau Terpantau, Bupati Muharram Harap Belum Terdaftar Segara Melapor
• Kapolres Berau Turun Langsung Bagikan Sembako ke Warga Kurang Mampu Terkena Dampak Corona
• 7 Kasus PDP Berau Satu Keluarga, Kepala Keluarga Dari Kluster Ijtima Ulama Gowa
Ketua tim gugus yang juga Bupati Berau H Muharram menyebutkan dari jumlah PDP yang ada di Berau didominasi klaster ijtima ulama. "Hampir seluruh yang terdetaksi baik itu PDP rata-rata dari klaster ijtima ulama di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan," katanya.
Sementara itu, peserta yang belum terdaftar, Muharram berharap agar segera melapor ke pihak kesehatan seperti Puskesmas atau tim gugus. "Agar supaya rombongan ijtima ulama melaporkan diri, kepada pihak kesehatan seperti puskesmas atau tim gugus, juga masyarakat yang pernah berinteraksi dengan pasien positif," imbuhnya.
"Karena kalau tidak melaporkan diri, ini berpengaruh kepada keluarga maupun masyarakat sekitar karena virus ini dapat menyebar," tuturnya.
IKUTI >> Update Virus Corona
IKUTI >> Update Virus Coron di Berau
(TribunKaltim.co/Ikbal Nurkarim)
