Senin, 4 Mei 2026

Ramadhan

Tradisi Unik Saat Ramadhan di Berbagai Negara, Indonesia, Palestina,hingga Mesir, Padusan dan Kunafa

Banyak tradisi unik saat bulan Ramadhan di berbagai negara, di antaranya dari Indonesia, Palestina,hingga Mesir dan Qatar..

Tayang:
Freepik.com
Tradisi unik saat bulan Ramadhan dari berbagai negara, Indonesia, Palestina,hingga Mesir 

3. Padusan dari Jawa Indonesia

Tradisi Jawa sebelum memasuki Ramadhan adalah padusan.

Padusan adalah ritual mandi yang dimaksudkan untuk menyucikan tubuh dan jiwa sebelum memulai puasa.

Satu minggu atau lebih sebelum dimulainya bulan suci, penganut mengenakan sarung berjalan dalam prosesi ke sungai, mata air alami atau laut, membawa keranjang makanan di kepala mereka.

4. Nyekar, Indonesia

Dikutip dari Gulfnews, selain padusan, nyekar juga merupakan tradisi yang sering dilakukan sebelum Ramadhan dimulai.

Ritual ini didasarkan pada kepercayaan Muslim Jawa bahwa Ramadhan menandai akhir dari satu siklus kehidupan dan awal yang lain.

Di beberapa daerah pedesaan, nyekar dilakukan disertai dengan memberikan sejumlah persembahan untuk leluhur yang telah meninggal.

 Hanya 3 Hari Promo Superindo Periode 3-5 April 2020, Diskon hingga 40 % & Minyak Goreng Super Murah

 Menjelang Bulan Ramadhan 1441 Hijriah, Berikut ini 5 Makanan Sehat Berserat yang Cocok untuk Sahur

Dapat download di sini, jadwal Imsakiyah dan buka puasa untuk bulan Ramadhan 1441 H yang akan segera tiba, tersedia Link untuk 35 kota di Indonesia.
Dapat download di sini, jadwal Imsakiyah dan buka puasa untuk bulan Ramadhan 1441 H yang akan segera tiba, tersedia Link untuk 35 kota di Indonesia. (Ilustrasi canva/tribunkaltim)

5. Garangao

Dikutip dari festivalsherpa.com, di negara Qatar terdapat tradisi unik bernama Garangao.

Garangao dilakukan pada hari ke-14 setiap bulan Ramadhan.

Tradisi tersebut bertujuan untuk menyenangkan anak-anak dan untuk menghargai usaha anak-anak yang telah melakukan ibadah puasa setengah hari di bulan Ramadhan.

Selama Garangao, setelah salat Magrib, anak-anak akan mengenakan pakaian tradisional mereka, lalu membawa tas bahan yang telah didesain sedemikian rupa.

Lalu mereka berjalan di sekitar lingkungan rumah sambil menyanyikan lagu Garangao.

Mereka juga memukul batu secara bersama-sama untuk menciptakan ritme.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved