Jumat, 17 April 2026

Kabar Terbaru Harga BBM dari Pemerintah Jokowi Saat Harga Minyak Dunia Sentuh 0 Dollar Per Barel

Simak kabar terbaru harga BBM dari Pemerintah Jokowi saat harga minyak dunia sentuh 0 dollar per barel

Editor: Rafan Arif Dwinanto
(TribunKaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo)
Karyawan operator melayani pembelian BBM di SPBU jalan  PM Noor melayani 24 Jam Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO - Simak kabar terbaru harga BBM dari Pemerintah Jokowi saat harga minyak dunia sentuh 0 dollar per barel.

Pandemi Virus Corona atau covid-19 turut memukul harga minyak mentah dunia.

Pemerintah yang dipimpin Presiden Jokowi, melalui Kementrian ESDM pun turut mengamati perkembangan harga minyak dunia.

Diketahui, harga bahan bakar minyak atau BBM di Indonesia mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.

Harga minyak acuan AS West Texas Intermediate (WTI) anjlok ke level negatif atau berada di bawah 0 dollar AS per barrel pada perdagangan Senin (20/4/2020) waktu setempat.

Ini merupakan kali pertama harga minyak acuan WTI berada di zona negatif.

 Dicopot Erick Thohir, Refly Harun Bakal Kritik Pemerintah Jokowi, Ucap Terima Kasih Pada Sosok Ini

 10 Kutipan RA Kartini yang Melegenda, Share di WhatsApp, Jadi Status Instagram, Facebook dan Twitter

 Bos ILC Karni Ilyas Terang-terangan Tak Sepakat PSBB, Anies Baswedan Lebih Dulu Terapkan

Dikutip dari Financial Times, Selasa (21/4/2020), harga minyak acuan WTI untuk pengiriman Mei 2020 sempat anjlok 250 persen ke level -40,32 dollar AS per barrel.

Pada akhir perdagangan Senin, seperti dikutip dari Oilprice.com, harga emas hitam ini ditutup pada -37,63 dollar AS per barrel.

Tidak adanya lagi ruang penyimpanan di AS, mengakibatkan harga minyak terjun bebas di pasar global.

Harga minyak jenis WTI yang berada di bawah 0 dollar AS per barrel, menjadi bukti terpukulnya sektor energi oleh pandemi Virus Corona ( covid-19).

Pasalnya, banyak negara di dunia memutuskan untuk menerapkan lockdown guna menekan penyebaran covid-19.
Hal tersebut kemudian berimbas terhadap melemahnya permintaan minyak mentah.

Harga minyak acuan jenis Brent juga mengalami penurunan sebesar 9 persen, ke level 25 dollar AS per barrel.

Berbeda dengan WTI, Brent merupakan minyak mentah yang pengangkutannya dilakukan melalui kapal.

Sehingga pengiriman bisa langsung di lakukan ke wilayah dengan permintaan tinggi.

Kedua harga jenis minyak tersebut sudah terkoreksi lebih dari 50 persen sejak perdagangan awal tahun ini.

Pada Januari 2020, baik minyak jenis WTI maupun Brent masih dijual di atas 65 dollar AS per barrel.

 11 Ucapan Selamat Hari Kartini Bahasa Indonesia & Inggris, Share via WhatsApp, Facebook, IG, Twitter

Respon Pemerintah Jokowi

Pemerintah masih belum memutuskan untuk menurunkan harga BBM.

Meski harga minyak dunia terus mengalami penurunan beberapa waktu terakhir.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi mengatakan, meski belum diturunkan, harga BBM Indonesia masih murah.

"Saat ini harga BBM Indonesia masih merupakan salah satu yang termurah di Asia Tenggara dan beberapa negara di dunia lainnya," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2020).

Pemerintah masih mencermati perkembangan harga minyak dunia hingga kurs rupiah untuk melakukan penyesuaian dengan harga BBM.

Menurut Agung, pergerakan harga minyak dunia masih belum bisa diprediksi ke depannya.

Hal ini terbukti dengan kebijakan pemangkasan produksi minyak oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dengan mitra atau OPEC+, yang masih belum mampu mendongkrak harga di pasar global.

"Pemerintah terus mencermati perkembangan global tersebut sekaligus mempertimbangkan kondisi energi di dalam negeri," kata Agung.

Selain itu, pergerakan kurs rupiah terhadap dollar AS yang masih belum stabil disebut sebagai alasan lain pemerintah belum menurunkan harga BBM.

"Dan konsumsi BBM jauh menurun, bahkan di beberapa kota seperti jakarta penurunan hingga 50 persen," ucap Agung.

 Di Indonesia, Angka Kematian Akibat Positif Virus Corona Tergolong Tinggi, Ini Faktor Penyebabnya

 Alasan IDI Ragukan Data Perkembangan Virus Corona Pemerintah Jokowi yang Dirilis Achmad Yurianto

Respon Pertamina

Pertamina mencatatkan hasil penjualan bahan bakar minyak ( BBM ) terendah sepanjang sejarah.

Hal tersebut terjadi semenjak work from home ( WFH ) diberlakukan.

Selain itu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi Virus Corona atau covid-19 juga menjaid penyebab penurunan penjualan dari Pertamina   

BUMN penyedia bahan bakar ini kelimpungan karena pemakaian BBM di Indonesia anjlok drastis.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menyampaikan turunnya permintaan konsumen bahan bakar minyak (BBM) dalam RDP panja BUMN energi dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (16/4).

Hal ini menyusul imbauan work from home serta kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi covid-19.

 Hasil Penelitian, AC Bantu Sebarkan Virus Corona, 3 Keluarga Positif Setelah Makan di Resto Ber-AC

 Penelitian Terbaru, Obat Virus Corona Klorokuin, Punya Dampak Serius ke Organ Ini, Diborong Jokowi

 Hasil Penelitian, Ini Cara Puasa Ramadhan Menangkal Virus Corona, Picu Produksi Sel Darah Putih

"Penurunan konsumsi BBM produk Premium dan Pertaseries ini mencapai 16,78 persen per hari dibandingkan Januari dan Februari 2020. PSBB membuat penjualan semakin tertekan," kata Nicke dalam virtual conference.

Di ibu kota Nicke mengatakan permintaan pasar BBM turun sangat dalam hingga 59 persen dibandingkan kota-kota besar lainnya. "Ini situasi yang belum pernah terjadi dalam sejarah Pertamina," terangnya.

Sementara penjualan produk gasoil atau solar juga rata-rata turun 8,38 persen dibanding Januari dan Februari 2020. Nicke menjelaskan turunnya permintaan konsumen ini berdampak besar pada operasional kilang dan keuangan perusahaan.

"Demikian juga untuk BBM aviasi penurunannya di atas 60 persen karena banyak maskapai berhenti operasi," tuturnya.

Lebih lanjut Nicke menjelaskan penurunan harga minyak dunia karena terjadinya over suplai dan diimbangi dengan penurunan demand.

Meski begitu penjualan LPG Pertamina subsidi maupun non-subsidi mencatat tren positif karena banyaknya masyarakat yang beraktivitas di rumah.

Kenaikan permintaan pasar gas mencapai 1,45 persen per hari jika dibandingkan periode Januari dan Februari 2020.

Dalam rapat tersebut, Nicke Widyawati mendapat pertanyaan tegas dari Anggota Komisi VI DPR terkait harga BBM yang belum turun di saat minyak dunia dunia murah.

Nicke menjelaskan dalam RDP Panja BUMN bidang energi tersebut bahwa harga BBM menjadi kewenangan dari Kementerian ESDM.

"Penetapan harga BBM regulated. Setiap bulan kami mengikuti formula yang ditetapkan ESDM. Harga ditetapkan pemerintah hari ini belum ada perubahan," terang Nicke.

Menurutnya, Pertamina secara korporasi sudah merespons harga minyak dunia yang turun dengan memberikan diskon.

"Kami melakukan langkah secara korpirasi karena memang boleh," urai mantan pejabat PLN tersebut.

Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN, Primus Yustisio mengkritisi harga BBM di Indonesia yang masih mahal kepada Dirut Pertamina.

"Bu Nicke kalau update harga minyak hari ini adalah 27 dolar AS per barel. Sedangkan harga yang ibu berikan 70 dolar AS per barel," kata Primus.

Menuru Primus, program subsidi sudah tidak diperlukan karena harga minyak sekarang sudah sangat murah."Bahkan harga BBM Pertamax Plus seharusnya bisa dibeli dengan kisaran Rp3.500-Rp4.000 per liter. Ibu sekarang juala berapa?" tegasnya.

 Sejarah 21 April Hari Kartini, Ini Rekam Jejak Sang Pahlawan Nasional Raden Ajeng Kartini

Perlu diketahui, PT Pertamina (Persero) terakhir menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 5 Januari 2020. Penurunan tersebut menyesuaikan harga jual BBM Umum jenis bensin dan solar Pertamax series dan Dex series di awal 2020.

Penyesuaian harga tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis bahan bakar minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum atau stasiun pengisian bahan bakar nelayan.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Harga Minyak Dunia Jeblok, ESDM: Harga BBM Indonesia Masih yang Termurah...", https://money.kompas.com/read/2020/04/21/073800526/harga-minyak-dunia-jeblok-esdm--harga-bbm-indonesia-masih-yang-termurah-.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terburuk Sepanjang Sejarah, Harga Minyak Mentah Anjlok di Bawah 0 Dollar AS", https://money.kompas.com/read/2020/04/21/061926026/terburuk-sepanjang-sejarah-harga-minyak-mentah-anjlok-di-bawah-0-dollar-as.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved