Dalam Aksi Balapan Liar di Samarinda, Satlantas Endus Aroma Perjudian, Pengepul Bawa Mobil
Sejak memasuki masa darurat pandemi covid-19 atau Virus Corona, terhitung pada awal April, Satlantas Polresta Samarinda terus melakukan penindakan bag
Bagi pelaku balap liar harus berpikir dua kali saat melakukan aksinya karena motor yang dipakai kebut-kebutan di jalan bakal disita hingga wabah Virus Corona atau covid-19 reda.
Sedangkan pandemi covid-19 sendiri belum diketahui pasti kapan akan berakhir.
Sejak memasuki masa darurat pandemi Virus Corona atau covid-19, terhitung pada awal April, Satlantas Polresta Samarinda terus melakukan penindakan bagi para pelaku balapan liar.
Sebanyak 181 kendaraan berhasil diamankan petugas dari 6 lokasi penindakan.
Kanit Turjawali, Satlantas Polresta Samarinda, Ipda Fajar Hayyi Noviyanti, Jumat menegaskan, kalau kendaraan para pembalap liar akan ditahan oleh kepolisian hingga tiga bulan ke depan.
Dari data kepolisian, pada 1 April lalu polisi mengamankan 5 sepeda motor di lokasinya penindakan di seputar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Satlantas kembali mengamankan 15 kendaraan roda dua di Jalan Pahlawan, Samarinda Ulu pada 5 April.
Pada 15 April, Satlantas berhasil mengamankan 20 sepeda motor di kawasan Jembatan Mahkota II segmen Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan.
Dan 18 April, polisi lagi-lagi mengamankan 40 unit motor dan 1 kendaraan roda 4 dari kawasan Jembatan Mahulu.
Lalu 19 April, polisi kembali melakukan penindakan di Jalan PM Noor dan M Yamin dan mengamankan 18 sepeda motor.
Kemudian di 21 April, polisi kembali mengamankan 60 unit sepeda motor di lokasi Jembatan Mahulu.
Lalu 22 dan 23 April kemarin, polisi mengamankan 32 motor dari kawasan Pelita dan Jembatan Mahkota II dengan total 180 kendaraan roda dua dan 1 kendaraan roda 4.
Dari hasil tangkapan tersebut, Hayyi mengatakan kalau para pelaku balap liar ini rata-rata terdiri dari pelajar.
"Kami tidak mendata nama-namanya, karena yang mengendarai motor tersebut rata-rata pelajar SMP dan SMA, bukan pemiliknya," jelas Hayyi.
Selain itu, dalam kasus balap liar ini Ipda Hayyi menyebutkan, ada dua kasus di mana mereka sebelumnya pernah diamankan namun keesokan harinya kembali berulah dengan menggunakan sepeda motor lainnya.
"Kenapa kami bisa tahu bahwa motor itu merupakan tangkapan sebelumnya, karena setiap motor kami tandai seperti tipe X berwarna putih. Ternyata di motor yang bersangkutan belum hilang, ketangkap lagi, tapi pengendara kabur," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/para-pemuda-yang-terlibat-aksi-balap-liar-di-samarinda-diamankan-satlantas.jpg)