Pemerintah Kota Tarakan

Seminggu Diterapkan PSBB, Tak Ada Tambahan Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Tarakan

Tarakan dapat mematuhi aturan yang telah diberlakukan pemerintah demi kepentingan bersama. Tujuannya untuk dapat mencegah penyebaran wabah penyakit

HO - HUMAS DAN PROTOKOL PEMKOT TARAKAN
Walikota Tarakan dr H Khairul M Kes rapat membahas larangan terbang bagi pesawat komersil dan charter di Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Dengan disetujuinya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Menteri Kesehatan (Menkes), Walikota Tarakan dr H Khairul M Kes melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Tarakan dan keluarganya untuk mudik di lebaran tahun ini.

Larangan mudik ini pula berlaku bagi masyarakat Tarakan, karena ini instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Khairul mengungkapkan, larangan mudik ini salah satu mencegah penyebaran wabah penyakit Covid-19, untuk tidak keluar rumah, social distancing dan physical distancing.

"Selain itu juga mulai 24 April hingga 1 Juni 2020 dilakukan penutupan penerbangan dari dan ke Kota Tarakan. Ini sesuai dengan keputusan pemerintah, termasuk jalur laut," ucapnya.

Tim Dokter Persiba Balikpapan Tetap Pantau Kesehatan Pemain Selama Bulan Ramadhan

Gegara Penerbangan Komersil Distop, 3 Spesimen di Bulungan Kaltara Belum Dikirim ke BBLK Surabaya

NEWS VIDEO Sering Ngantuk Saat Berpuasa? Berikut Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Khairul mengatakan, dengan adanya penerapan PSBB dan tidak adanya penerbangan dari dan ke Kota Tarakan, termasuk jalur laut, ia yakin ASN dan masyarakat Tarakan tidak ada yang mudik tahun ini.

"Sebab Kota Tarakan ini berada di pulau. Jadi untuk kita mau mudik harus menggunakan transportasi lewat udara dan laut. Kalau transportasi udara dan laut ditutup yah tidak bisa mudik," ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Tarakan berharap masyarakat Tarakan dapat mematuhi aturan yang telah diberlakukan pemerintah demi kepentingan bersama. Tujuannya untuk dapat mencegah penyebaran wabah penyakit Covid-19.

Seperti diketahui, mulai 20 April 2020, penerapan PSBB telah dilakukan Kota Tarakan. Selama seminggu diterapkan PSBB ini tidak ada penambahan jumlah pasien positif Covid 19. Padahal sebelum diberlakukan PSBB tiap hari ada penambahan jumlah pasien Covid-19.(adv/jnh) 

Penulis: Junisah
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved