Sabtu, 18 April 2026

Virus Corona di Samarinda

Balap Liar Merajalela di Samarinda, Kadisdik Berharap Peran Orangtua Cegah Pelajar

Balap liar di Kota Samarinda, Kalimantan Timur makin merajalela di tengah pandemi Virus Corona atau covid-19.

Editor: Syaiful Syafar
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI DWI PRASETIYO
Deretan kendaraan roda dua yang digunakan untuk menggelar aksi balapan liar di sejumlah ruas jalan di Samarinda, Kalimantan Timur. Kendaraan tersebut diamankan oleh unit Patwal jajaran Satlantas Polresta Samarinda, Minggu (26/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Balap liar di Kota Samarinda, Kalimantan Timur makin merajalela di tengah pandemi Virus Corona atau covid-19.

Ironisnya, aktivitas balap liar yang meresahkan itu dilakoni kalangan pelajar.

Pemerintah Kota Samarinda telah berupaya membatasi aktivitas masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Salah satunya meniadakan kegiatan belajar mengajar di sekolah, diganti menjadi belajar di rumah.

Bahkan tercantum dalam Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 13 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pembinaan Karakter Siswa.

"Imbauan sudah lama kami sampaikan, bahkan Perwali itu sudah lama ada, tujuannya menguatkan sisi akhlak, sikap dan lainnya di luar sisi keilmuan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Samarinda, Asli Nuryadin.

Baca juga: Kabar Mengejutkan, WHO Beber Virus Corona Bisa Menginfeksi Seseorang Berulang Kali, Simak Analisanya

Baca juga: Setelah Dirumahkan, Pilot Ini Akan Pulang Kampung dengan Menumpang Pesawat Cargo

Baca juga: Bukan Transmisi Lokal, Kasus Positif Covid-19 di Balikpapan Berstatus Mahasiswa dan Karyawan

Dirinya menjelaskan sistem pendidikan memiliki prinsip holistik, yang berarti merupakan tanggung jawab bersama.

Karena itu, Kadisdik berharap orangtua murid dapat mengambil peran serta untuk mencegah balapan liar yang sering terjadi.

"Ini tanggung jawab bersama, enggak cuma sekolah, orangtua juga harus ikut berperan, termasuk masyarakat yang berperan menjaga," kata Asli Nuryadin.

Asli pun tak memungkiri jika tiga hari setelah pembelajaran via daring, para pelajar malah memanfaatkan waktu tersebut untuk libur.

Mulai dari mengunjungi pusat perbelanjaan hingga bermain game online di warnet, hingga yang terburuk melakukan aksi balap liar.

Dirinya menilai ada semacam persepsi yang diinginkan namun diabaikan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved