Kaltim Tambah 2 Positif Covid 19
Hasil Rapid Test 10 Santri dari Magetan Reaktif Covid-19, Mereka Tersebar di 4 Wilayah Kaltim
Setelah dilakukan rapid test atau tes cepat untuk mendiagnosa awal terinfeksi Virus Corona ( covid-19 ) kepada 73 santri dari Magetan, Provinsi Jawa T
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setelah dilakukan rapid test atau tes cepat untuk mendiagnosa awal terinfeksi Virus Corona ( covid-19 ) kepada 73 santri dari Magetan, Provinsi Jawa Timur (Jatim), 10 orang santri di antaranya didapati reaktif terhadap covid-19.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim, Andi M Ishak mengungkapkan, sesuai laporan dari kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sudah sebanyak 73 santri yang telah dilakukan rapid test.
“Dari 73 santri yang dilakukan rapid test, ada sebanyak 10 santri dinyatakan reaktif terhadap covid-19,” ujarnya saat menggelar konferensi pers online dengan awak media di Kaltim secara virtual melalui aplikasi zoom, pada Senin (27/4/2020).
Pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kaltim mengemukakan, Dinkes Kaltim belum bisa menyatakan bahwa kasus reaktif positif covid-19 yang diperlihatkan dari hasil rapid test ini sebagai kluster Magetan.
“Belum bisa kita sebut sebagai kluster Magetan. Sebab, hasil positif covid-19 ini baru terkonfirmasi dari hasil rapid test. Setelah dilakukan swab dan hasilnya dinyatakan positif, barulah kita bisa mengelompokkan dalam kluster,” jelasnya.
Dia menambahkan, dalam pengelompokan kluster pun ada mekanismenya. Setidaknya, lanjut Andi, pasien terkonfirmasi positif covid-19 dari kelompok tersebut lebih dari tiga orang.
“Kalau sudah lebih dari tiga baru bisa kita kelompokan sebagai kluster. Semoga saja, nanti hasil swab mereka (santri) semua negatif. Sehingga tidak ada tambahan kluster di Kaltim,” ucapnya berharap.
Sejauh ini, beber Andi, baru beberapa kabupaten dan kota yang melaporkan hasil rapid test kepada santri tersebut.
Dinkes Kaltim masih menunggu laporan dari daerah lainnya.
“Sesuai yang dilaporkan kepada kami baru 4 kabupaten kota yang menyetor laporan hasil rapid test kepada Dinkes Kaltim. Nanti kalau ada perkembangan terbaru akan kita sampaikan,” ucapnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, saat ini Kaltim terdapat 6 kluster yang merupakan penyebab Virus Corona berkembang di tanah Borneo.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi M Ishak mengatakan, 6 kluster tersebut ialah, Kluster Bogor usaha tanpa riba, Kluster Bogor Sinode, Kluster KPU, Kluster Jepang, Kluster Tasikmalaya, dan terakhir Kluster Gowa.
Untuk kluster Bogor usaha tanpa riba terdapat 23 orang, 4 kasus di antaranya positif, 18 kasus dinyatakan negatif, dan 1 kasus masih dalam proses.
"Kluster ini berada di Kota Balikpapan dan Samarinda," ucap Andi melalui video conference pers, pada Kamis (23/4/2020).
Selanjutnya untuk kluster Bogor Sinode terdata ada 24 orang, 6 kasus yang terkonfirmasi positif, 19 kasus negatif, 5 kasus dinyatakan sembuh, dan 1 masih dalam proses, kluster ini berada di Kabupaten Kutim, Kukar, dan Balikpapan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/zoom-virtuall.jpg)