Kaltim Tambah 5 Positif Covid 19
Bertambah 5 Kasus Covid-19 di Kaltim, Pasien asal PPU Hanya Isolasi Mandiri di Rumah
anpa menyandang status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), hari ini, Senin (4/5/2020), ada penambahan kasus yang berasal dari ODP dan OTG di Kaltim.
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Tanpa menyandang status Pasien Dalam Pengawasan (PDP), hari ini, Senin (4/5/2020), ada penambahan kasus yang berasal dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kalimantan Timur.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim, Andi M Ishak mengungkapkan, penambahan kasus konfirmasi positif Virus Corona atau covid-19 dari ODP dan OTG ada di dua daerah bertetangga.
“Pasien positif Virus Corona dari status ODP ada di Kabupaten Paser, dengan kode PSR14,” ujarnya saat menggelar konferensi pers online dengan awak media di Kaltim secara virtual melalui aplikasi zoom, pada Senin (4/5/2020), petang.
“Pasien merupakan pelaku perjalanan dari Gowa . Dan saat ini, pasien dirawat di lokasi karantina yang telah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Paser,” lanjutnya.
Kemudian, pasien positif covid-19 dari status OTG ada di Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU) dengan kode pasien PPU14. Sama dengan pasien di Paser, pasien ini juga dari kluster Gowa.
“Hanya saja, pasien merupakan kontak erat dari PPU6 yang merupakan pelaku perjalanan Gowa. Kedua pasien, sebelumnya dinyatakan reaktif saat dilakukan rapid test,” tandasnya.
Baca Juga
Ada Pandemi Corona, Sejumlah Proyek Pembangunan Bontang Batal, Sekda Beberkan Proyek yang Prioritas
BREAKING NEWS Bertambah Satu, Total Pasien Positif Corona di Berau jadi 20 Orang
Bela Donald Trump, Menlu AS Beber Soal Virus Corona Senjata Biologis China, Bukti Besar Laboratorium
Meski telah ditetapkan sebagai pasien positif covid-19, dikatakan Andi, PPU14 tidak dirawat dan diisolasi di rumah sakit setempat. Melainkan, diizinkan melakukan isolasi mandiri di rumah pasien.
“Ini karena melihat kondisi pasien yang relatif stabil. Sehinggan, tenaga kesehatan (Nakes) mengininkan melakukan isolasi di rumah. Namun tetap, pengawasan nakes dilakukan secara ketat kepada pasien,” tegasnya.
Sebelumnya, Andi menegaskan, paling dikhawatirkan saat ini, adalah OTG. Selain dapat menjadi pembawa virus tanpa terdeteksi, kelompok ini bisa saja langsung naik status menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
“Kami meminta, agar masyarakat Kaltim lebih waspada dan mengikuti imbauan pemerintah. Sebab, yang kita khawatirkan itu status OTG.
Untuk itu, kami juga meminta agar pelaku perjalanan dari luar darrah bisa segera melaporkan diri ke fasilitas kesehatan (Faskes) terdekat,” pintanya. (*)
IKUTI >> Update Virus Corona
IKUTI >> Update Virus Corona di Kaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/juru-bicara-gugus-tugas-percepatan-penanganan-covid-19-provinsi-kaltim-andi-m-ishak.jpg)