Virus Corona di Bontang
Dilema Penjaja Makanan di Bulan Puasa, Tim Gugus Bontang Beber Risiko Infeksi Covid-19 pada Makanan
Kebijakan physical distancing selalu digaungkan pemerintah. Namun warga Bontang seakan tak berdaya oleh kebutuhan hidup terutama pelaku usaha kuliner.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BONTANG - Pandemi Virus Corona atau covid-19 masih melanda Kota Bontang, Kalimantan Timur di bulan Ramadhan 1441 H.
Kebijakan physical distancing selalu digaungkan pemerintah. Namun warga Bontang seakan tak berdaya oleh kebutuhan hidup terutama pelaku usaha kuliner.
Dilema menghantui setiap kepala para pedagang makanan.
Seperti Ani (34) penjual berbagai macam kue takjil puasa di kawasan Jalan A Yani, Bontang, Kalimantan Timur. Ia mengaku harus beranikan diri keluar rumah untuk jualan. Ramadhan merupakan bulan pengharapan rezeki baginya sebagai tambahan rupiah persiapan lebaran.
Kepada Tribunkaltim.co ia mengaku tahu bahaya covid-19. Namun tuntutan hidup membulatkan tekadnya untuk berjualan. "Mau bagaimana lagi, mas. Kalau di rumah saja, mau makan apa," tanyanya.
Kendati nekat, dirinya mengaku berusaha agar tetap mawas diri dengan pakai masker. Selain itu jaga jarak dengan para pembelinya.
Baca Juga
BREAKING NEWS Satu Eks Jamaah Tabligh Gowa Terpapar Corona, Kasus Positif Covid-19 di Kaltara 131
Pasien A Positif Corona di Tarakan, Miliki Riwayat Asma Sejak 1 Tahun, Keluhan Batuk Sesak Nafas
Ojo Mudik Lagu Terakhir Didi Kempot, Berpesan Jangan Pulang Kampung, Negara Sedang Pandemi Corona
"Ya, kita serahkan kepada Allah saja, mas. Usaha tetap waspada kita sudah lakukan," tuturnya.
Sementara, Kepala Dinkes Bontang dr Bahauddin melalui Tim Gugus Percepatan Covid-19 membedah risiko infeksi virus dari produk makanan.
Melihat situasi di bulan Ramadhan banyak sekali berbagai macam makanan dijajakan. Meskipun telah terjadi pandemi skala besar tidak ada laporan penularan covid-19 melalui konsumsi makanan,
kutip mereka dari Otoritas Keamanan Pengan Eropa dan Centers for Disease Control and Prevention.
Hal tersebut sesuai dengan hasil webinar Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada hari ini Selasa, 5 Mei 2020.