Jumat, 10 April 2026

BPS Balikpapan Prediksi Pengangguran dan Kemiskinan Bertambah Akibat Virus Corona

Jumlah pengangguran atau pekerja yang harus kehilangan pekerjaan diprediksi akan bertambah akibat pandemi Virus Corona

Penulis: Heriani AM | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Kepala BPS Balikpapan Achmad Zaini menunjukkan baliho berisi ajakan untuk mengikuti sensus penduduk online. 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN -Jumlah pengangguran atau pekerja yang harus kehilangan pekerjaan diprediksi akan bertambah, akibat pandemi Virus Corona atau covid-19. Begitu juga dengan penambahan angka kemiskinan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, Kalimantan Timur Achmad Zaini menyebut, belum ada data pasti peningkatan kemiskinan selama triwulan 1-2020.

"Bulan Februari 2020 lalu, masih dilakukan survei sosial ekonomi nasional, untuk menggambarkan situasi, termasuk menggambarkan kemiskinan. Namun tersendat akibat pandemi ini," ujarnya, Minggu (10/5/2020).

Zaini menyebut, pada awal bulan Maret 202/ belum ada guncangan berarti terhadap perekonomian, khususnya di Balikpapan. Aktivitas masih berlangsung seperti biasa, sehingga dampaknya terhadap kemiskinan masih normal.

Baca Juga

Curi Motor Saat Diparkir di Pinggir Jalan, Pria Pengangguran di Balikpapan Ini Ditangkap Polisi

Disnaker Beri Bimbingan Pedaftar Kartu Pra-Kerja, Lujah Irang Sebut Paling Banyak dari Pengangguran

Sri Mulyani Beber Dampak Terburuk Virus Corona, Kemiskinan, Jutaan Pengangguran, dan Ekonomi Minus

"Pada bulan Maret, April, Mei banyak pembatasan, orang yang tergolong miskin, bisa tambah miskin. Mereka yang punya pekerjaan, tidak memiliki tambahan penghasilan lagi, khususnya di sektor informal. Meski begitu angka kemiskinan di Balikpapan 2,4 persen, cukup kecil. Nomor 5 di Indonesia dari 413 kabupaten/kota di Indonesia," urainya.

Ia memprediksi, kemiskinan bisa saja bertambah bila pertumbuhan ekonomi turun, maka berdampak pada pendapatan terutama pekerjaan informal.

Sejak pandemi covid-19, tak sedikit perusahaan-perusahaan yang menutup operasionalnya. Ada yang sementara, ada juga hingga batas waktu yang tak bisa ditentukan.

Tutupnya sejumlah perusahaan hingga retail-retail besar seperti pusat perbelanjaan diprediksi akan menambah angka pengangguran sementara. Bahkan tak sedikit, perusahaan harus melakukan PHK pada karyawan-karyawannya.

"Yang lainnya, pengangguran bertambah, banyak karyawan yang di rumahkan hingga PHK.

Di Disnaker kota Balikpapan, sudah tercatat 5.757 masyarakat kehilangan pekerjaan, ini menambah 18 ribu jumlah pengangguran di Balikpapan.

Jika covid-19 ini, semakin panjang, dampaknya terhadap ekonomi bisa semakin besar. Namun kalau mau disebut angka kongkritnya, kita belum bisa," jelasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved