Manajer Mitra Kukar Urung Kumpulkan Semua Pemain Karena Bertambah Terus Warga Positif Corona

Manajemen Mitra Kukar mengaku akan ikut dan patuh terhadap hasil keputusan dari PSSI mengenai keberlanjutan kompetisi.

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Skuat Mitra Kukar menjalani laga melawan Martapura FC pada pekan perdana Liga 2 2020. Soal kelanjutan kompetisi, Manajer Mitra Kukar Nor Alam ikut hasil putusan PSSI. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Dampak pandemi Virus Corona ( covid-19 ) yang juga belum usai, membuat keberlanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 masih menggantung.

PSSI sendiri telah menghentikan sementara kompetisi hingga 29 Mei 2020, dan kompetisi akan kembali bergulir selama Pemerintah tidak memperpanjang masa darurat wabah Virus Corona melebihi akhir Mei 2020.

Dan, jika Pemerintah belum mencabut maupun memperpanjang masa darurat Virus Corona, maka besar kemungkinan kompetisi akan ditunda ataupun dihentikan dan akan diselenggarakan pada musim mendatang.

Terkait dengan hal itu, manajemen Mitra Kukar mengaku akan ikut dan patuh terhadap hasil keputusan dari PSSI mengenai keberlanjutan kompetisi.

"Terkait dengan hal ini semua klub sudah dimintai tanggapan. Kalau kami sendiri, apapun hasil keputusan dari PSSI akan kami ikuti," ucap Manager Mitra Kukar, Nor Alam, Minggu (10/5/2020).

Menurutnya, PSSI pasti memiliki pertimbangan-pertimbangan matang mengenai hasil keputusan yang diambil nantinya.

Pihaknya meyakini, PSSI sebagai induk olahraga sepak bola pasti menginginkan hal yang terbaik untuk kemajuan sepak bola tanah air.

"Mereka pasti lebih tahu baik atau tidaknya jika kompetisi dilanjutkan atau tidak. Kita tunggu saja nanti hasilnya," tuturnya.

Ditanya mengenai kerugian yang akan diderita oleh Mitra Kukar jika kompetisi tidak dilanjutkan, pihaknya tidak memungkirinya klub akan mengalami sejumlah kerugian, seperti pendapatan tiket masuk stadion, dan kerugian lainnya.

Namun, dengan kondisi wabah Virus Corona yang terjadi di seluruh dunia, pihaknya pun dapat mengerti dan berharap kondisi seperti ini dapat segera usai.

"Kerugian pasti kita alami, tapi kondisi seperti ini semua orang pasti tidak ada yang mau," tuturnya.

Bahkan, rencana mengumpulkan pemain kembali ke Kutai Kartanegara (Kukar) urung diagendakan pihaknya, mengingat kasus positif di Kukar semakin bertambah banyak.

Giat Pemain Mitra Kukar Tanjung Sugiarto Kala Pandemi Corona, Khatam Al Quran Hingga Bisnis Burung

Dampak Virus Corona, Jafri Sastra Kembali Bangun Tim Mitra Kukar dari Awal

Target Bawa Mitra Kukar ke Liga 1, Adi Nugroho Tetap Latihan Olah Bola Selama Ramadhan

"Kumpulkan pemain juga belum ada, karena kita masih beracuan terhadap keputusan PSSI nanti. Di Kukar juga bertambah terus yang positif, jadi untuk kumpulkan pemain belum kita lakukan dalam waktu dekat ini," ucapnya.

Disinggung soal kontrak pemain jika nantinya kompetisi tidak dilanjutkan, menurut Nor Alam, jika PSSI memutuskan kompetisi tidak dilanjutkan, pasti akan ada edaran tambahan mengenai kontrak pemain, seperti halnya pemotongan gaji pemain sebesar 75 persen selama kompetisi dihentikan sementara.

"Kita berkaca pada kompetisi tahun 2015 lalu akibat sanksi FIFA kepada PSSI. Kalaupun musim ini dihentikan, pasti ada regulasi yang dikeluarkan PSSI mengenai kontrak pemain dan lainnya," ujarnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Rahmad Taufiq
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved