Berita Pemprov Kalimantan Utara

9 Proyek Jalan di Kaltara Tetap Berjalan, Pelabuhan Ferry–Trans Kalimantan Ditarget Mulus 2020

Ini karena kita melakukan tender lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga proses pengadaan barang/jasa dapat selesai sebelum Menkeu

HUMASPROV KALTARA
INFRASTRUKTUR JALAN - Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie memperhatikan dokumen proyek saat meninjau kegiatan pembangunan infrastruktur jalan di Kaltara belum lama ini. Pada tahun 2020 ini, tercatat ada sembilan proyek pembangunan jalan di provinsi ini yang maish tetap berjalan. 

TANJUNG SELOR - Meski di tengah bencana non alam, yaitu pandemik Covid-19, kegiatan infrastruktur khususnya proyek pembangunan jalan di Provinsi Kaltara tetap berjalan.

Sesuai informasi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara, ada 9 paket kegiatan dari Bina Marga yang saat ini telah berjalan.

Dari 9 paket tersebut, 4 paket bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dan 5 paket bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2020.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, meski tetap focus pada penanganan dan pencegahan Covid-19 sesuai dengan arahan Presiden, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga tidak mengesampingkan kegiatan-kegiatan pembangunan infrastruktur. Utamanya infrastruktur yang memang penting untuk masyarakat. Salah satunya jalan.

Mendampingi Gubernur, Kepala DPUPR-Perkim Kaltara Sunardi menyebutkan, empat paket kegiatan melalui DAK Reguler maupun Penugasan tersebut, yakni peningkatan jalan ruas jalan Trans Kalimantan-Pelabuhan Ferry Ancam (DAK Reguler) dengan nilai kontrak Rp 16,3 miliar.

Juga pemeliharaan berkala jalan ruas jalan Trans Kalimantan-Tideng Pale (DAK Reguler) dengan nilai kontrak Rp 10,6 miliar, peningkatan jalan perbatasan ruas jalan Long Bawan-Lembudud (DAK Penugasan) dengan nilai kontrak Rp 16,8 miliar, dan peningkatan jalan perbatasan ruas jalan Ling Rungan-Long Padi (DAK Penugasan) dengan nilai kontrak sebesar Rp 7,5 miliar.

Sedangkan 5 paket melalui APBD Kaltara, ada pembangunan jalan Seputuk Malinau Kota Rp 17,6 miliar, pembangunan jalan ruas jalan Trans Kalimantan-Pelabuhan Ferry Ancam dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,9 miliar, pembangunan saluran drainase dan dinding penahan tanah ruas jalan Manunggal Tanjung Selor dengan nilai kontrak Rp 480 juta, pembangunan jalan lingkar Pulau Nunukan ruas jalan Mamolo-Sei Menkadu-Sei Banjar dengan nilai kontrak Rp 14,7 miliar, dan pemeliharaan jalan ruas jalan Selimau I-Selimau III dengan nilai sebesar Rp 1,4 miliar.

“Seluruh paket tersebut saat ini telah berjalan, dengan tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan. Dimana prosedur kesehatan tersebut telah dituangkan dalam syarat-syarat khusus kontrak (SSKK) di setiap lokasi pengerjaan,” kata Sunardi.

Lebih jauh, terkait proyek pembangunan jalan menuju pelabuhan Ferry Ancam di Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan. Tahun ini lewat DAK, kembali dilakukan peningkatan berupa pengaspalan terhadap jalan sepanjang 4,9 kilometer.

Serta dibantu dengan APBD Kaltara, juga dilakukan pengaspalan dengan panjang efektif 850 meter dengan lebar badan jalan 6 meter.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved