Ramadhan
BI Kaltara Sebut Permintaan Penukaran Uang Pecahan Kecil Berkurang
Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Utara, Yufrizal menyebutkan bahwa untuk tahun ini permintaan penukaran uang pecahan tersebut menurun
Penulis: Risnawati | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN- Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, penukaran uang pecahan kecil menjadi tradisi masyarakat saat menjelang hari raya Idul Fitri.
Namun Kepala Perwakilan Bank Indonesia ( BI ) Provinsi Kalimantan Utara, Yufrizal menyebutkan bahwa untuk tahun ini permintaan penukaran uang pecahan tersebut menurun.
"Tahun ini agak berbeda karena Covid-19 kemudian juga ada PSBB itu, data dari kami itu berkurang. Kami menyediakan banyak tapi permintaan dari tambang berkurang sekitar 29 persen. Ini bisa dipahami karena kan mobilitas manusia itu berkurang berbeda dengan tahun lalu," ujar Yufrizal, Minggu (17/5/2020)
Yufrizal mengatakan bahwa jumlah ketersedian penukaran uang pecahan tidak ada masalah, hanya saja yang menjadi masalah permintaan dari masyarakat yang berkurang.
Dirinya menambahkan bahwa Bank-Bank di Kalimantan Utara telah mulai menyiapkan stok uang pecahan tersebut. "Dari 27 April 2020 itu Bank-Bank (diseluruh daerah Kaltara) sudah narik," tambahnya.
Baca juga; Bank Indonesia Siapkan 28 Layanan Perbankan untuk Penuhi Kebutuhan Uang Bulan Ramadhan
Baca juga; Bank Indonesia Prediksi Nilai Tukar Rupiah Menguat Rp 15 Ribu per US Dollar pada Akhir Tahun
Baca juga; Puncak Corona Diprediksi Bulan Juli, Bank Indonesia Susun Skenario Terburuk serta Pencegahannya
Ia melanjutkan terkait daerah di luar Kota Tarakan, pihaknya telah menyediakan kas titipan yaitu di Bulungan dan Malinau.
Perlu diketahui, kas titipan adalah uang BI yang dititipkan kepada Bank lain dalam hal ini BPD Kaltimtara, baik di Bulungan (Tanjung Selor) maupun di Malinau.
Sehingga perbankan yang ada di kedua daerah tersebut tidak perlu lagi ke Tarakan terlebih lagi dimasa PSBB ini. "Sekitar seminggu yang lalu kan BI ngantarin uang ke Malinau gitu jadi kita antarin uang untuk kebutuhan puasa juga lebaran juga. Kemudian pada waktu kita pulang kita membawa uang-uang yang tidak layak untuk diganti," lanjutnya.
Ia menerangkan bahwa dalam waktu dekat ini akan membuka kas titipan di Kabupaten Nunukan. Namun dengan kondisi Pandemi yang mengharuskan jaga jarak dan sebagainya, sehingga BI Kalimantan Utara belum bisa meresmikannya.
Izinnya sudah keluar dari kantor pusat kas titipan di Nunukan, jadi nanti pun orang Nunukan itu, perbankan di Nunukan tidak perlu lagi ke Tarakan.
Baca Juga; Bank Indonesia Bocorkan Kondisi Pasar Keuangan Dalam Negeri, Begini Kenyataannya
Baca juga; Bank Indonesia Wilayah Kota Balikpapan Mengambil Sejumlah Langkah Sikapi Virus Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bi-oke.jpg)