Kamis, 16 April 2026

Virus Corona

Dir RSPAW Salatiga: Ada Rasa Jengkel Melihat Perilaku Masyarakat, Ramai Tagar #Indonesia Terserah

Perilaku masyarakat yang tak lagi mengindahkan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19, disesalkan Direktur Rumah Sakit Paru Ario Wirawan Salatiga

Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Salah satu karyawan Ramayana Bontang dilakukan pemeriksaan Rapid Test Massal oleh Tim Gugus Percepatan Covid-19 Bontang, Selasa (19/5/2020) di Ramayana Bontang, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SALATIGA -  Para dokter dan perawat yang tengah berjuang merebut nyawa yang terancam di rumah sakit pantas kecewa dan kesal. Karena ketika mereka dengan berbagai upayanya, masyarakat berjubel di mal-mal.

Perilaku masyarakat yang tak lagi mengindahkan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19, disesalkan Direktur Rumah Sakit Paru Ario Wirawan atau RSPAW Salatiga, Farida Widayati.

Dia menilai masyarakat tak sadar akan bahaya virus corona yang mengintai semua orang.

"Ada benarnya kemarin tagar # Indonesia Terserah, saya dukung itu. Dukung dalam artian agar masyarakat lebih patuh pada protokol kesehatan, ini kan penularan corona sangat tinggi," ujarnya usai penyerahan bantuan dari Ikatan Dokter Indonesia Cabang Salatiga, Rabu (20/5/2020) di halaman RSPAW Salatiga.

Farida mengatakan, semua orang yang menjalani perawatan Covid-19 memiliki risiko tinggi dan biaya pengobatan yang tinggi. "Saat ini kan penularan paling banyak dari orang tanpa gejala ( OTG ) yang masih keluar-keluar dan tidak karantina," jelasnya.

"Ya kalau dibilang jengkel atau kecewa dengan perilaku tidak taat tersebut, pasti ada. Dokter dan tenaga kesehatan berjuang menyembuhkan, masyarakat malah memadati jalan-jalan dan pusat perbelanjaan," kata Farida.

Baca juga; Rapid Test Serentak di Tiga Pasar di Balikpapan, Warga Berusia di Atas 50 Tahun Jadi Prioritas

Baca juga; Di Surabaya, Suami Istri Dokter Positif Covid-19, dr Boedhi Harsono Meninggal Dunia, Istri Kritis

Baca juga; Sayang Sekali Bayi Berusia 3 Bulan di Mataram NTB Kembali Terinfeksi Corona Setelah Ibunya Positif

Selama wabah, lanjutnya, RSPAW sudah menangani 17 pasien yang dinyatakan positif terpapar Covid-19. Pasien tersebut tak hanya dari Salatiga, tapi juga berasal dari Grobogan, Demak, Pemalang, dan Kabupaten Semarang.

Sementara Ketua Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) Cabang Salatiga, Hasto Nugroho menyampaikan, saat ini adalah titik kritis persebaran Covid-19 karena menjelang lebaran banyak kerumunan masyarakat.

"Kita tidak tahu siapa saja yang masuk OTG dan berada di luar, jadi kalau ingin wabah berakhir taati imbauan pemerintah, pakai masker, tetap di rumah, dan hindari kerumunan," paparnya.

Sekretaris IDI Salatiga, Vita Olivia menyampaikan, bantuan yang diserahkan kepada masyarakat terdampak Covid-19, tenaga kesehatan di RSU Salatiga, RST dr. Ashmir dan puskesmas ini adalah bentuk dukungan agar wabah cepat berakhir.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved