Peringati Kenaikan Yesus Kristus
Pdt Samuel Kusuma: Pengharapan Kemenangan di Tengah Pandemi yang Melanda Dunia
Roh Kudus adalah Penolong yang selalu menolong, mengajar, membimbing, menghibur, menguatkan dan menyertai kehidupan kita sampai kesudahan zaman.
TRIBUNKALTIM.CO - Krisis sedang melanda dunia dan tidak pandang bulu. Dunia adidaya juga terkena, apalagi negara kita. Namun bagi orang beriman ada berkat di saat krisis. Ada mujizat. Ebenhaezer berarti Tuhan sudah menolong sampai disini.Tapi kita percaya, pertolongan Tuhan tidak berhenti sampai Ebenhaezer saja. Bagaimana caranya? Jalin hubungan relasi dengan pribadi Tuhan Yesus, sumber jawaban. Apapun persoalan saudara, Yesus adalah jawaban.
Salah satu makna kenaikan Yesus Kristus ke Surga yang diperingati pada Kamis, 21 Mei 2020 ini adalah keteladanan. Hal ini bisa dilihat dari pesan-Nya yang terakhir kepada murid-murid-Nya dimana Ia berkata “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. (Matius 28: 19-20).
Bagi umat Kristen hal ini berarti memberitakan Injil (kabar keselamatan) ke seluruh dunia dengan menjadikan Yesus sebagai teladan hidup. Teladan yang semasa hidup-Nya memberi contoh sebagai raja sekaligus hamba yang melayani, bertanggung jawab, penuh cinta kasih, anti kekerasan dan tak segan berkorban. Makna di atas semakin relevan di tengah kemelut krisis dan masalah yang melanda bangsa ini,
Oleh karena itu, melalui renungan khusus hari ini, saya ingin memastikan Anda semua bahwa kenaikan-Nya sesungguhnya adalah jaminan pengharapan hidup kita! Kenaikan Kristus ke Sorga menandai akhir masa penghinaan Kristus dan masuknya ke suatu masa pemuliaan. Setelah kenaikan ke surga berlalu, Kristus kemudian siap memulai pelayanan-pelayanan lain baik untuk kepentingan-Nya sendiri maupun untuk kepentingan dunia.
Beberapa catatan tentang makna kenaikan Kristus bagi kita pada masa kini adalah:
Pertama, Kenaikan Kristus adalah Pelengkap Bagi Kebangkitan-Nya. Meskipun dari beberapa pernyataan dalam PB mungkin dapat ditarik kesimpulan bahwa pemuliaan Kristus terjadi bersamaan dengan kebangkitan-Nya, namun kebangkitan itu tetap dimengerti sebagai penaklukan atas maut sedangkan kenaikan dan pemuliaan merupakan pengertian tersendiri yang menonjolkan status surgawi Kristus. Sebagai penakluk maut, Kristus menjadi yang sulung di antara umat-Nya. Sedangkan sebagai Kristus yang sudah naik, Ia meneruskan kemenangan kebangkitan-Nya itu sehingga menjadi suatu pelayanan yang mulia demi umat-Nya. Maka dapat dikatakan bahwa kebangkitan tanpa kenaikan akan menyebabkan beberapa unsur penting dalam ajaran Kristen tidak dapat dijelaskan.
Kedua, Kenaikan Kristus adalah Penggenapan Misi-Nya. Misi Kristus di dunia yang dimulai dengan inkarnasi diakhiri dengan asensi atau kenaikan. Oleh karena tujuan misi itu ialah penebusan dosa manusia, maka kenaikan Kristus menandakan selesainya misi tersebut. Dalam inkarnasi Allah menjadi manusia; dalam asensi manusia Ilahi kembali kepada Allah. Kristus bukan hanya menebus dosa manusia melalui kematian-Nya, tetapi dengan kenaikan-Nya Ia membawa bukti penebusan itu ke dalam hadirat Bapa.
Ketiga, Kenaikan Kristus adalah Penentu dikirimnya Roh Kudus. Tuhan Yesus sendiri menyatakan di dalam Yohanes 7:39 bahwa Roh Kudus baru diberikan apabila Ia telah dimuliakan. Hal ini sesuai dengan Efesus 4:8 (yang didasarkan pada Mazmur 68:19) yang mengatakan bahwa pemberian-pemberian diberikan sesudah kenaikan. Karena itu, Pentakosta baru dapat terjadi sesudah kenaikan Yesus.
Keempat, Kenaikan Kristus adalah Pembuka Jalan Masuk Bagi Orang-Orang Percaya. Sebagai akibat kebangkitan-Nya, Kristus dinyatakan sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Dengan demikian Ia melibatkan semua orang percaya dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya sendiri. Ia yang memperoleh jalan masuk kepada Bapa sudah memperoleh hak itu juga bagi semua orang yang dipersatukan dengan Dia. Inilah sumber keyakinan kita yang datang sebagai hasil dari pekerjaan-Nya, suatu jalan “yang baru dan yang hidup” (Ibrani 12:20), yang dibuat dan dijadikan pasti melalui penebusan dosa.
Kelima atau yang terakhir, Kenaikan Kristus adalah Pengharapan Ditengah Resesi Dan Krisis Kehidupan. Di dalam Yohanes 14:1-3, Tuhan Yesus berkata, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab aku pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat di mana Aku berada, kamupun berada.” Fakta yang harus kita percayai adalah: Untuk perkara yang akan datang, untuk perkara yang jauh lebih besar dan untuk perkara yang abadi Tuhan Yesus sudah merancangkan, dan sekarang Dia sedang bekerja mempersiapkan segala sesuatu untuk kepentingan kita apalagi untuk perkara-perkara masa kini yang bersifat jasmaniah dan sementara. Tuhan Yesus pasti mempedulikan dan sanggup memenuhinya. Bagi Tuhan Yesus segalanya bersifat mungkin dan pasti. Betapa berharga dan mulianya manusia dihadapan Allah. Tuhan Yesus bukan saja mati untuk menyatakan kasih-Nya yang terbesar dan Dia bangkit untuk menyatakan kuasa-Nya yang terbesar namun Dia juga bekerja untuk mengubah nilai kualitas manusia yang dibatasi kesementaraan ,dapat rusak, dapat sakit dan binasa. Diubahkan menjadi manusia Ilahi dengan potensi tanpa batas, memerintah bersama Allah, hidup dalam persekutuan permanen selama-lamanya.
Tidak ada kata "PERCUMA" atau "SIA-SIA" membangun hubungan dengan Tuhan Yesus. Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga yang pertama hendak memastikan bahwa: Kepercayaan yang kita letakkan kepadaNya sudah berada pada tempat yang tepat dan berbuahkan keabadian. Pengharapan yang kita nantikan didalam Dia adalah PASTI sehingga tidak beralasan untuk mencampur dengan keraguan. Janji yang Dia berikan adalah bersifat BENAR karena seluruhnya pasti digenapi. Kenaikan Tuhan Yesus hendak menjawab kegelisahan, kebingungan, kekurang percayaan atau bahkan kelelahan kita saat mendedikasikan hidup untuk Tuhan. Percayalah bahwa didalam Tuhan Yesus masih ADA HARAPAN BARU, ada MASA DEPAN dan ADA KEHIDUPAN ABADI yang tidak akan tergoncang oleh perubahan apapun.
Tubuh manusia yang fana akan diubahkan menjadi tubuh kemuliaan yang tidak dapat binasa,Masa hidup kita yang sementara dan serba terbatas akan diubahkannya menjadi kekal Masa kelam yang kesia-siaan pasti diubahkanNya menjadi kesempatan yang berdayaguna bagi kerajaan Allah.
Ini bukanlah janji kosong namun realita yang sungguh-sungguh dapat dipercayai. Kenaikan Tuhan Yesus memeteraikan atau telah disahkannya JANJI TUHAN sebagai pengharapan yang hidup, benar, pasti.sekali lagi ini adalah proklamasi bahwa pengharapan kita kepadaNya bukanlah imajinasi yang sia-sia tetapi pengharapan yang berdasar, pengharapan yang pasti dan pengharapan yang nyata. "Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan." (Roma 15:13).
Sebelum Yesus kembali ke sorga Ia berjanji, "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab Dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." (Yohanes 14:16-17)
Yesus menepati janjiNya. Saat ini Roh Kudus yang adalah Penolong ada dan selalu ada untuk menolong, mengajar, membimbing, menghibur, menguatkan dan menyertai kehidupan orang percaya sampai kesudahan zaman. Ayat nas di atas menunjukkan bahwa setiap orang percaya sangat membutuhkan kekuatan Roh Kudus supaya mereka semakin berlimpah-limpah dalam pengharapan. Menjadi orang Kristen tidak cukup hanya rutin ke gereja setiap Minggu, menjabat majelis, pengurus gereja dan terlibat di berbagai aktivitas yang berbau Kristen, namun harus terus bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan dan semakin dewasa rohani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gembala-senior-bethany-fog.jpg)