Minggu, 26 April 2026

Virus Corona

Inilah Penjelasan Ilmuwan, Kenapa Virus Corona Bukan Buatan Manusia

Masyarakat dunia sedang direpotkan dengan pandemi Corona atau covid-19. Ada yang positif Corona dan ada yang juga yang masih sehat belum terkena.

Editor: Budi Susilo
SHUTTERSTOCK/ANDREAS PROTT
Ilustrasi 3D virus Corona atau covid-19. Banyak orang percaya, virus Corona adalah buatan manusia atau dibuat di laboratorium. Padahal, para ilmuwan di seluruh dunia sudah memaparkan banyak bukti yang menunjukkan bahwa virus Corona secara alami ada di alam. 

TRIBUNKALTIM.CO - Masyarakat dunia sedang direpotkan dengan pandemi Corona atau covid-19. Ada yang positif Corona dan ada yang juga yang masih sehat belum terkena covid-19. 

Sejauh ini virus Corona belum ada vaksin, masih terus dilakukan penelitian. Mungkin ada yang bertanya-tanya apa sebenarnya covid-19 itu. 

Keberadaan Corona ini sebenarnya dari mana asal muasalnya? 

Banyak orang percaya, virus Corona adalah buatan manusia atau dibuat di laboratorium. Padahal, para ilmuwan di seluruh dunia sudah memaparkan banyak bukti yang menunjukkan bahwa virus Corona secara alami ada di alam.

Baca Juga: Orang Tanpa Gejala Bawa Virus, Menteri Agama Fachrul Razi Minta Warga tak Open House Idul Fitri

Baca Juga: Walikota Bontang Tidak Ingin Ada Klaster Idul Fitri, Salat Id di Rumah Saja Tangkal Virus Corona

Ini artinya, virus Corona bukan buatan manusia, bukan buatan China, dan bukan buatan Amerika. Virus Corona diduga kuat berasal dari kelelawar, kemudian menular antar hewan, bermutasi dan dapat menular ke manusia, hingga akhirnya menyebar luas dan telah menginfeksi 5,2 juta orang di seluruh dunia.

Ahli biologi molekuler Indonesia, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, menjelaskan lebih lanjut bagaimana virus Corona 100 persen berasal dari alam dan tak ada campur tangan manusia.

Perlu diketahui, ketika para ilmuwan ingin membuat atau merekayasa sesuatu - entah itu virus, hormon, bakteri, dan lain sebagainya -, ilmuwan akan melihat yang ada di alam dan sangat teliti dalam melakukannya.

Sebagai contoh, ada ilmuwan yang ingin melakukan rekayasa insulin pada penyakit diabetes. Maka peneliti akan mengambil insulin dari manusia, insulin tersebut disalin persis, dan diperbanyak.

Ketika sekuens dalam insulin tersebut sudah baik atau bagus, para peneliti tidak akan melakukan perubahan apa pun agar fungsinya tidak berubah.

"Kita tidak melakukan perubahan apa pun pada sekuens (insulin) karena sekuensnya sudah terbukti menyandi satu protein insulin yang bagus. Ini tidak diubah, karena kalau diubah takutnya mengubah fungsi jadi jelek," kata Ahmad kepada Kompas.com, Rabu (20/5/2020).

Insulin adalah hormon alami yang diproduksi pankreas. Ketika kita mengonsumsi sesuatu, pankreas akan melepaskan hormon insulin yang memungkinkan tubuh mengubah glukosa menjadi energi dan kemudian diedarkan ke seluruh tubuh.

Hal ini menunjukkan, penelitian yang dilakukan manusia cenderung sangat konservatif atau sangat terjaga. "Pasti manusia menggunakan logika, jika dia ingin mengubah ini, itu," imbuh Ahmad.

Hal ini yang juga terjadi ketika para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang virus Corona. Virus Corona berasal dari alam Sebelumnya, mari kita berkenalan dulu dengan virus Corona.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved