Idul Fitri
Ganjar Pranowo Respon Video Nyanyian Merdu Suster Katolik yang Beri Ucapan Selamat Idul Fitri
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo respon di Instagram video nyanyian merdu suster Katolik beri ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri ciral Twitter
TRIBUNKALTIM.CO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo respon video nyanyian merdu suster Katolik yang beri ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri.
Tak lama setelah viral video tiga suster Katolik menyanyikan lagu berjudul Idul Fitri, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung merepson di Instagram.
Dari penelusuran Kompas.com, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun sempat melontarkan pujian melalui akun Instagramnya, @ganjar_pranowo.
• Detik-detik Suster Katolik Beri Ucapan Selamat Idul Fitri Lewat Nyanyian Merdu, Videonya Viral
• Panduan Puasa Syawal 6 Hari Setelah Idul Fitri, Setara Berpuasa Setahun Penuh, Ini Tata Caranya
• Aktivitas Kapolri Idham Azis Rayakan Lebaran Idul Fitri saat Covid-19, Turuti Perintah Jokowi
Ganjar pun memuji suara para suster tersebut. "Suaranya baguuuuus, makasih ya" tulis Ganjar Pranowo di akun Instagramnya, @ganjar_pranowo.
Tak hanya Ganjar Pranowo, sederet warganet pun mengapresiasi aksi para tiga suster tersebut.
Salah satunya akun Instagram dari @ryanprakosso yang menulis demikian: "inilah Bhineka Tunggal Ika yg sesungguhnya".
Lain lagi dengan akun Instagram @tangguh_esa_10. Dirinya menulis, "Indonesia butuh lebih banyak hal" seperti ini".
Dilansir dari Tribunnews, ketiga suster tersebut merupakan anggota Kongregasi suster Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) yang tinggal di Susteran PBHK, Kramat, Jakarta Pusat.
Mereka adalah Suster Eufrasi, Suster Dorothea dan Suster Vincentine.
Menurut Suster Eufrasie, video tersebut dibuat pada 19 Mei 2020 di kapel susteran PBHK.
"Awalnya ide itu dari anak-anak muda di gereja yang koor menyanyikan lagu untuk mengucapkan selamat Idul Fitri kepada rekan-rekannya.
Kami juga berniat menyampaikan salam kepada para mitra kerja, karyawan, dan sejawat yang ada di sekitar.
Karena kita tidak bisa bersilaturahmi langsung, maka idenya adalah lewat nyanyian yang direkam di video," katanya.
Sementara itu, video para suster tersebut telah menyita perhatian warganet.
Di Twitter, video tersebut telah disukai 702 kali dan di retweet 319 kali.
• Takut Kolestrol Naik Usai Lebaran? Ternyata Cara Buat Penawarnya Mudah, Bahannya Malah Kerap Dibuang
Respon Indonesia Terserah
Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merespons terkait tagar Indonesia Terserah yang belakangan ini disuarakan berbagai kalangan di media sosial di tengah pandemi Covid-19.
Menurut Ganjar Pranowo, tagar itu dibuat lantaran rasa kekecewaan para tenaga medis kepada masyarakat yang tak mengindahkan peraturan pemerintah untuk tetap berada di rumah.
"Tagar itu diberikan mungkin karena kekesalan orang karena mereka para pekerja medis baik dokter dan perawat telah bekerja sungguh-sungguh kok masyarakat masih ngeyel, tidak patuh pada aturan," jelas Ganjar Pranowo di rumah dinasnya di Semarang, Sabtu (23/5/2020).
Untuk itu, Ganjar Pranowo meminta masyarakat agar tak menambah beban para tenaga medis.
Masyarakat diminta mematuhi peraturan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.
Hal ini dilakukan untuk menekan potensi penyebaran covid-19.
"Jangan sampai kita jadi investor penyakit, jangan sampai kita jadi investor masalah.
Karena semua risiko itu akan menambah beban rumah sakit dan tenaga medis.
Kita harus bantu mereka, karena mereka nggak akan sanggup," ujar Ganjar Pranowo.
Ganjar Pranowo juga berpesan kepada masyarakat agar menumbuhkan rasa kepedulian kepada para pejuang medis yang rela berkorban demi menangani kasus Covid-19.
"Maka tolong dengarkan mereka. Mereka nggak mikir mudik, mereka nggak mikir Lebaran, nggak mikir baju baru, nggak mikir makan enak.
Tolong kita bantu tenaga medis jangan terserah, tapi mari kita peduli," tandasnya.
Ganjar berharap para tenaga medis baik dokter dan perawat untuk tetap berjuang dengan sepenuh hati dan tidak putus asa dalam penanganan Covid-19.
"Intinya kita jangan menyerah, kita jangan pasrah, kita tidak boleh patah semangat kita," pungkasnya.
Tagar #IndonesiaTerserah sebelumnya disuarakan mereka yang menangani kasus Covid-19, salah satunya tenaga medis.
Mereka merespons masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan dan aturan PSBB.
Menjelang Lebaran, semakin banyak warga yang keluar rumah, salah satunya untuk berbelanja kebutuhan Lebaran.
Kondisi itu dikhawatirkan menambah kasus Covid-19. Dengan demikian, pandemi Covid-19 tidak akan segera berakhir.
Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia per Sabtu, bertambah menjadi 21.745 orang. Dari total akumulasi tersebut, sebanyak 1.351 pasien meninggal dunia.
Sementara, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang sebanyak 5.249 orang.
(*)