Breaking News:

Lafadz Niat Puasa Syawal 6 Hari dan Ganti Utang Puasa Ramadhan, Mana yang Lebih Utama Dilaksanakan?

Berikut ini adalah lafadz niat Puasa Syawal dan ganti utang Puasa Ramadhan, mana yang lebih utama dilaksanakan?

TribunKaltim.co, Freepik.com
Berikut ini adalah lafadz niat Puasa Syawal dan ganti utang Puasa Ramadhan, mana yang lebih utama dilaksanakan? 

TRIBUNKALTIM.CO - Berikut ini adalah lafadz niat Puasa Syawal dan ganti utang Puasa Ramadhan, mana yang lebih utama dilaksanakan?

Setelah Hari Raya Idul fitri 1441 H, umat Islam bisa kembali berpuasa sunah, yakni Puasa Syawal 6 hari di bulan Syawal.

Padahal, ada beberapa kalangan umat Islam yang memiliki utang puasa, seperti wanita haid ketika Ramadhan, orang sakit, hingga musafir.

Dengan syarat tertentu, umat Islam memang boleh tidak melaksanakan Puasa Ramadhan dan menggantinya di lain waktu.

Lebih dulu mana dengan Puasa Syawal?

 Akhirnya Wilayah Ini Buka Lagi Sekolah dan Mal, PSBB Berakhir, Bukan Daerah Risma dan Anies Baswedan

 Jadwal Masuk Sekolah dari Kemendikbud Sudah Keluar, Simak Panduan Pola Hidup Baru untuk Cegah Corona

 Kabar Terkini Istri Anggota TNI yang Sebut Rezim Jokowi Akan Tumbang di Akhir 2020, Begini Nasibnya

 Mulai 3 Juni 2020 Rencana Skenario The New Normal covid-19, Akankah Larangan Mudik Diperpanjang?

Dikutip Tribunnews.com (grup TribunJatim.com) dari buku Panduan Ramadhan terbitan Pustaka Muslim tahun 2014, qadha artinya mengerjakan suatu ibadah yang memiliki batasan waktu di luar waktunya.

Jika memiliki utang Puasa Ramadhan, maka bisa dibayarkan di luar bulan Ramadhan.

Namun ada pendapat yang menyebut qadha Ramadhan boleh ditunda.

Yakni boleh dibayarkan di luar bulan Syawal, sehingga bisa melaksanakan Puasa Syawal terlebih dahulu.

Utang Puasa Ramadhan bisa dibayarkan bulan Dzulhijah hingga Syaban, asalkan sebelum masuk Ramadhan tahun depan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved