Pesawat Airbus Bawa 107 Penumpang Jatuh, Puluhan Orang Tewas, Korban Selamat Ungkap Hal Mengerikan
Kecelakaan pesawat Airbus A320 milik maskapai Pakistan International Airlines ( PIA) menewaskan puluhan penumpang dan beberapa orang selamat.
Terdengar ledakan keras
Seorang warga mengaku mendengar ledakan keras saat kecelakaan pesawat ini terjadi.
"Saya mendengar ledakan besar dan membangunkan orang-orang yang memanggil pemadam kebakaran," kata penduduk Karachi, Mudassar Ali, dikutip dari AFP.
Gambar yang ditayangkan di tv nasional Pakistan menunjukkan, pesawat PIA jatuh di area permukiman.
Asap hitam tebal mengepul dari lokasi jatuhnya pesawat.

Penerbangan PIA ini membawa 107 orang, yang terdiri dari 99 penumpang dan 8 awak kabin.
Kecelakaan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Pakistan mengizinkan penerbangan komersial dilanjutkan lagi, setelah ditangguhkan selama lockdown virus corona.
Kecelakaan ini juga terjadi ketika warga Pakistan bersiap merayakan akhir Ramadhan dan menyambut Idul Fitri.
Banyak penduduk Pakistan yang melakukan perjalanan kembali ke rumah mereka di kota dan desa.
Korban selamat ungkap pemandangan mengerikan
Mohammad Zubair (24), satu dari dua orang korban selamat dari kecelakaan pesawat di Pakistan yang menewaskan 97 orang.
Ia termasuk penumpang pesawat Pakistan International Airlines (PIA) nahas yang jatuh dan menabrak rumah penduduk di dekat Bandara Karachi, pada Jumat (22/5/2020) sore.
• Sering Layani Evakuasi Medis, Berikut Fakta di Balik Tragedi Pesawat Jatuh di Danau Sentani Jayapura
• Lost Contact Setelah 2 Menit Mengangkasa, Pesawat Perintis Milik MAF Jatuh di Danau Sentani Jayapura
"Setelah pesawat jatuh, dan aku kembali sadar aku melihat api di mana-mana dan tidak ada yang terlihat," tutur Zubair, dari tempat tidur rumah sakit dalam sebuah tayangan video yang beredar di media sosial.
"Ada teriakan dan tangisan anak-anak, orang dewasa dan lansia. Teriakan itu di mana-mana dan semua orang berusaha untuk bertahan hidup," dia mengenang kejadian sesaat pesawat jatuh dan menabrak kediaman penduduk.
"Saya buka sabuk pengaman dan melihat ada cahaya dan mencoba untuk berjalan ke arah itu. Lalu aku melompat keluar, " kenangnya.