Virus Corona

Inilah Indikator Suatu Daerah Bisa Praktikkan New Normal ala Gugus Tugas Corona

Pandemi Corona atau covid-19 sampai sejauh ini di Indonesia belum dikatakan bersih betul, masih ada beberapa temuan kasus postif Corona

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI - Pelaksanaan rapid test massal di Plaza Balikpapan Jl Jenderal Sudirman Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur pada Rabu (27/5/2020) pagi. Peserta calon pasien pakai masker saat akan ikuti rapid test ini. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Pandemi Corona atau covid-19 sampai sejauh ini di Indonesia belum dikatakan bersih betul, masih ada beberapa temuan kasus postif Corona

Kemudian muncul, apa yang disebut dengan new normal, hidup di tengah-tengah pandemi Corona

Lalu bagaimana dengan daerah yang akan melakukan new normal, apakah ada syarat-syarat ketentuan? 

Salah satu aspek yang diukur bagi daerah untuk dapat menerapkan aktivitas sosial ekonomi pada era kenormalan baru ( new normal ) adalah surveilans kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Rapid Test covid-19 di Plaza Balikpapan Sifatnya Eksklusif Terbatas, Berlangsung Rabu 27 Mei

Baca Juga: Syarat Masuk Kampung Tumbit Dayak Berau, Pakai Masker dan Cuci Tangan, Bersama Lawan Corona

Salah satu indikator yang menunjukkan baiknya surveilans kesehatan masyarakat yakni jumlah pemeriksaan spesimen covid-19 yang meningkat dan diikuti dengan berkurangnya kasus positif covid-19.

"Giliran kenaikan pemeriksaannya naik, yang positifnya harus kecil, di bawah lima persen,” ujar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers BNPB, Selasa (26/5/2020).

Aspek berikutnya yakni pelayanan kesehatan. Indikatornya antara lain, jumlah ketersediaan tempat tidur untuk kasus positif baru di rumah sakit, alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis di rumah sakit, serta ventilator.

Baca Juga: BREAKING NEWS Kabar Gembira, 21 Mei Ada 10 Pasien Sembuh covid-19 di Kalimantan Timur

Kendati demikian, Wiku mengakui pihaknya masih terkendala data untuk mengukur indikator terkait pelayanan kesehatan.

"Ini datanya memang belum terkumpul dengan baik, tapi dengan partisipasi pemerintah daerah dengan baik, kita akan dapat datanya," kata dia.

Aspek lainnya yakni melihat gambaran epidemiologi di daerah tersebut. Salah satu indikatornya adalah jika kasus positif covid-19 turun 50 persen selama dua pekan berturut-turut.

"Indikator epidemiologi, kita harus lihat penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu sejak puncak terakhir," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved