Minggu, 26 April 2026

Virus Corona

Bila Keberhasilan Malang Raya Dipuji, Begini Kata Khofifah Soal PSBB di Episentrum Surabaya Raya

Khofifah menilai PSBB di Malang Raya jauh lebih efektif dibandingkan dengan Surabaya Raya yang saat ini tengah menjadi episentrum di Jawa Timur.

Editor: Doan Pardede
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah saat di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (3/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan keberhasilan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengatasi penyebaran virus Corona atau covid-19 di wilayah Malang Raya.

Dilansir TribunWow.com, Khofifah menilai PSBB di Malang Raya jauh lebih efektif dibandingkan dengan Surabaya Raya yang saat ini tengah menjadi episentrum di Jawa Timur.

Seperti yang diketahui, kedua wilayah tersebut yang saat ini menerapkan PSBB di Jawa Timur.

Meski Malang Raya baru memasuki PSBB tahap pertama, namun menurut Khofifah hasilnya sudah cukup terlihat.

• Bukan Juli, Ikatan Guru Indonesia Sarankan Sekolah Buka Lagi di Bulan Ini, Lebih Aman dari covid-19?

• Bukan Wilayah Anies Baswedan, Kota Ini Jadi Wuhan Indonesia, Jokowi Turun Tangan Atasi virus Corona

• Ketahuan, Ganjar Pranowo Rupanya Pakai Alat Canggih Pantau Gerak Warga di Lebaran, Hasil Mengejutkan

• Inilah 4 Capres Potensial di Pilpres 2024 Versi Yunarto Wijaya dan Analisa, Prabowo dan Ahok Absen?

Yakni penambahan kasus Corona harian cukup terkendali dengan baik.

"Kasus ini sebetulnya episentrumnya di Surabaya," ujar Khofifah.

"Sama-sama PSBB, Malang Raya ini PSBB tahap pertama, hari ini adalah hari ke 12," jelasnya.

Berdasarkan hasil rakor evaluasi pelaksanaan PSBB di Malang Raya, Khofifah mengaku menemukan perbedaan yang sangat mendasar dengan PSBB di Surabaya Raya.

Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020).
Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020). (Dok. Dishub Surabaya)

Perbedaannya bukan berasal dari sistemnya atau aturannya melainkan dari segi masyarakatnya sendiri.

"Tetapi kemarin kami rakor, apa yang kemudian kita lihat dari pedoman WHO transisi pasca restriction," kata Khofifah.

"Restriksi kita kan adalah PSBB, itu ada enam yang harus dipastikan."

• Dicecar Refly Harun, Terkuak Perasaan Sandi Habis Rp 1 Triliun di Pemilu, Menyesal & Ogah Maju Lagi?

• Jawab Blak-blakan Sandiaga Soal Pilih Duet Anies atau AHY di Pilpres 2024, Siap Lawan Prabowo-Puan?

"Kita urai bersama dengan para pakar dari item satu sampai enam, ternyata item satu sampai enam justru yang keenam menjadi penguatan ini adalah partisipasi aktif masyarakat,"

Mantan Menteri Sosial itu mengungkapkan bahwa selama penerapan PSBB, masyarakat di Malang Raya mempunyai satu kebijakan sosial yang sangat berpengaruh, yakni Kampung Tangguh.

Dengan adanya Kampung Tangguh yang digalakkan oleh setiap RT atau RW tersebut, bisa lebih meningkatkan kesadaran masyarakat di Malang Raya.

Dirinya berharap hal itu seharusnya bisa menjadi contoh untuk daerah-daerah lain, termasuk Surabaya Raya.

"Saya ingin menyampaikan bahwa modal sosial masyarakat di Malang Raya luar biasa yang berbasis RW berupa Kampung Tangguh," ungkapnya.

"Inilah yang menurut penilaian banyak pakar dan kami ini yang memiliki signifikansi terhadap penyebaran covid-19," imbuhnya.

"Sebetulnya kan ini sesuatu yang bisa dijadikan rulles model," pungkasnya.

"Bagaimana masyarakat di RT, RW kemudian mengasosiasikan dirinya dalam kampung tangguh."

Khofifah lantas membandingkan dengan yang terjadi di wilayah Surabaya Raya.

• Refly Harun Beber Sandiaga Uno Capres 2024 Bermodal Terbanyak, Singgung Anies, Khofifah, dan Ganjar

• Ahok Diprediksi Pandji Pragiwaksono Ikut Bursa Capres 2024 Setelah Tahu Buku Panggil Saya BTP

Meski sama-sama menerapkan PSBB, bahkan sudah memasuki tahap ketiga, namun penyebaran virus Corona di Surabaya Raya tetap berlangsung dan justru tergolong tinggi.

Menurutnya PSBB di Surabaya Raya yang meliputi Kota Surabaya, Kabupaten/Kota Sidoarjo dan Gresik belum terintegrasi dengan baik.

"Kemudian mari kita lihat pusat di episentrum, Sidoarjo termasuk tertinggi kedua setelah Surabaya, titik kecamatan di Sidoarjo dengan Surabaya ini sebenarnya borderes," kata Khofifah.

"Titik-titik episentrum yang menyebabkan tingginya angka yang terkonfirmasi positif ini tentu harus kita intervensi secara lebih masif dan terintegrasi," sambungnya.

Maka dari itu, langkah yang akan dilakukan untuk menekan tingginya angka di Surabaya Raya adalah dengan meningkatkan penanganan secara terintegrasi.

Selain itu, Khofifah juga meminta bantuan dari masyarakat yang dinilai menjadi faktor kunci.

"Saya ingin membangun kebersamaan dengan keyword terintegrasi," terangnya.

"Terintegrasi proses rapidnya, terintegrasi proses tracingnya, terintegrasi porses tratmennya," jelas Khofifah.

"Lalu masyarakatnya memberikan support yang kuat seperti yang di Malang Raya," pungkasnya.

Simak videonya: 1.56

IKUTI >>> Update virus Corona

Artikel ini telah tayang di TribunWow dengan judul Khofifah Ungkap Faktor Keberhasilan PSBB di Malang Raya, Bandingkan dengan Episentrum Surabaya Raya

Sumber: TribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved