Sabtu, 11 April 2026

200 Warga Binaan Lapas Balikpapan Jalani Rapid Test Covid-19, Napi Usia Lanjut Jadi Prioritas

Sebanyak 200 orang binaan Lapas Klas II A Balikpapan, Kalimantan Timur menjalani rapid test dalam rangka pencegahan terhadap wabah Virus Corona

Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Sebanyak 200 orang binaan Lapas Klas II A Balikpapan, Kalimantan Timur menjalani rapid test dalam rangka pencegahan terhadap wabah Virus Corona atau covid-19, Jumat (29/5/2020).

Rapid test tersebut berlangsung di ruang aula Lapas Balikpapan dan dilakukan oleh petugas kesehatan Lapas, bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan serta dikawal ketat  aparat TNI Polri dan Petugas Keamanan Lapas.

Petugas medis yang melakukan Rapid test terhadap warga binaan itu terlihat memakai seragam Alat Pelindung Diri (APD).

Kepala Lapas Klas II A Balikpapan Veri Johannes mengatakan, rapid test tersebut sengaja dilakukan untuk mendeteksi dini adanya kemungkinan warga binaan yang terpapar covid-19.

"Sebenarnya ini sudah yang kesekian kalinya kami melakukan sendiri tes mandiri namanya dan itu sudah 3 kali kita lakukan.

Dan ada juga  tes kita lakukan yang sifatnya insidentil secara mandiri jadi artinya kalau kita mencurigai warga binaan seperti yang pucat-pucat atau ada demam misalnya maka langsung kita lakukan rapid test," katanya.

Baca Juga

Risma Siapkan 2 Skenario Besar Hentikan Penyebaran Virus Corona di Surabaya, Sediakan 3 Hotel

4 Fenomena Langit Langka Terjadi Saat Pandemi Virus Corona, Salah satunya Berada di Atas Kota Mekkah

WHO Peringatkan Potensi Puncak Kedua Virus Corona, Bakal Lebih Bahaya Dibanding Puncak Pertama

Lebih lanjut Alumni AKIP tahun 92 itu menjelaskan, bahwa kegiatan rapid test dalam rangka pencegahan Virus Corona itu merupakan upaya Lapas Balikpapan untuk mendeteksi dini adanya warga binaan yang terpapar covid-19.

"Ini bagian dari pada upaya Lapas Balikpapan dalam rangka melakukan pencegahan terhadap kemungkinan terpaparnya warga binaan kami dari covid-19.

Yang kedua sebagai deteksi dini terhadap kemungkinan adanya warga binaan kita yang tertular atau terpapar covid-19. Dengan tes ini kan akhirnya kita dapat mengetahui kondisi kesehatan warga binaan kita termasuk juga pegawai," jelasnya

Warga binaan yang mengikuti rapid test kali ini diambil dari kriteria khusus seperti warga binaan yang berusia lanjut dan memiliki riwayat penyakit menular.

Kriteria warga binaan tersebut dinilai rawan terpapar covid-19 sehingga upaya pencegahan bersifat urgent.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved