Rabu, 29 April 2026

Virus Corona

Terungkap Peran Institusi Budi Gunawan dan Doni Monardo Dibalik Temuan Obat Virus Corona Unair

Temuan obat Virus Corona peneliti Universitas Airlangga atau Unair, terungkap peran institusi Budi Gunawan ( BIN ) dan Doni Monardo ( BNPB )

cidrap
Terungkap Peran Institusi Budi Gunawan dan Doni Monardo Dibalik Temuan Obat Virus Corona Unair 

"Belum diperjualbelikan.

Ini kolaborasi antara UNAIR, BNPB, dan juga Badan Intelijen Negara ( BIN )," ujar dr Purwati.

Kombinasi regimen obat tersebut memiliki potensi dan efektivitasnya cukup bagus terhadap daya bunuh virus.

Dosis masing-masing obat dalam kombinasi tersebut yaitu 1/5 dan 1/3 lebih kecil dibandingkan dosis tunggalnya.

Sehingga mengurangi efek toksik dari obat tersebut bila diberikan sebagai obat tunggal.

“Kini sudah ada ratusan obat yang sudah diproduksi dan akan disebarkan kepada rumah sakit yang membutuhkan,” katanya.

Selain obat, ada potensi Stem Cell

Ilustrasi - Proses pengolahan sampel yang dijadikan bahan baku stem cell di laboratorium Insitute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (16/9/2014).
Ilustrasi - Proses pengolahan sampel yang dijadikan bahan baku stem cell di laboratorium Insitute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga, Surabaya, Selasa (16/9/2014). (surya/miftah)

WHO Lanjutkan Uji Coba Obat Covid-19 yang Dikonsumsi Donald Trump, Sempat Khawatir Risiko Kematian

Selain regimen kombinasi obat yang ditemukan, sejumlah peneliti Unair menemukan potensi dalam penelitian stem cell.

Dr Purwati juga menemukan dua formula yaitu Haematopotic Stem Cells (HSCs) dan Natural Killer (NK) cells.

“Dari hasil uji tantang HSCs ditemukan bahwa setelah 24 jam virus SARS CoV2 isolat Indonesia sudah dapat dieliminasi oleh stem cells tersebut.

Sedangkan hasil uji tantang NK cells terhadap virus, setelah 72 jam didapatkan sebagian virus dapat diinaktivasi oleh NK cells tersebut,” terangnya.

Keduanya memiliki potensi dan efektivitas yang cukup bagus sebagai pencegahan maupun pengobatan virus SARS CoV 2.

Menurutnya, kedua pengobatan alternatif itu bisa menjadi rekomendasi bagi para dokter, industri obat, dan masyarakat dalam menangani covid-19 secara cepat.

Distribusi Obat

Sementara itu dalam waktu bersamaan dari Gedung Management Kampus C Unair, Rektor Unair Prof Dr H Mohammad Nasih, MT SE Ak CMA memberikan penjelasan atas keberhasilan tim peneliti kampusnya.

Sumber: Surya
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved