PPDB 2020
PPDB Online Penajam Paser Utara, Kecamatan Sepaku Paling Lancar Jaringannya
Tribun Kaltim On Focus bersama Smart FM Balikpapan 97.9 FM kali ini membahas mengenai PPDB Online “Nasib Siswa yang Tidak Lolos Sekolah Negeri" Senin
Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tribun Kaltim On Focus bersama Smart FM Balikpapan 97.9 FM kali ini membahas mengenai PPDB Online “Nasib Siswa yang Tidak Lolos Sekolah Negeri" Senin (29/6/2020).
Dalam talkshow online Tribun Kaltim On Focus mengundang Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Alimuddin, dan Ketua Komisi II DPRD PPU Wakidi didampingi host Manager Produksi Tribun Kaltim Sumarsono.
Alimuddin mengatakan, bahwa Pemkab PPU pada dasarnya tidak ada alasan anak-anak untuk tidak sekolah. Mau pun itu sistem zonasi, online atau manual bukan menjadi alasan. PPDB Online menjadi proses dalam itu wajib. Sebab sesuai dengan visi-misi Bupati Maju, Modren dan Religius.
“Makanya kami berani melaksanakan PPDB Online, tidak alasan internet dan lainnya. Alhamdulillah sekolah dan guru-guru mampu mentransfer hal itu,” katanya.
Alimuddin menyebutkan, memang masyarakat PPU masih belum familiar dengan hal tersebut. Memang perlu adanya sosialisasi dan lainnya. Dijaman pandemi ini guru-guru lakukan sosialisasi secara virtual, tidak pernah tatap muka.
Baca juga; Penyaluran Bantuan Warga Terpapar Virus Corona Belum Tuntas Pansus Covid-19 DPRD Kaltim Diperpanjang
Baca juga; BPK Berikan Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Kaltim Kepada Ketua DPRD.
“Sekolah negeri dan swasta itu sama saja, tidak ada sekolah yang memiliki kelebihan, karena Pemerintah akan menyamaratakan semua sekolah, baik dari aspek sarana dan prasana, maupun dari mutu tenaga pendidikan, itulah menjadi tugas dan tanggung jawab kami,” katanya.
Dalam pantauan Alimuddin selama proses PPDB Online Kecamatan Sepaku yang memiliki jaringan paling bagus, proses PPDB Onlinennya pun berjalan lancer. Walau jarak antara Kecamatan Sepaku lumayan jauh dari pusat Kabupaten PPU.
“Kecamatan Sepaku ada dipinggiran hutan, namun mereka kreatif jika ada masyarakat yang kesusahan mendaftar dibantu para guru untuk memfasilitasi masyarakat. Kendalanya masyarakat ada yang belum paham, seharusnya mendaftar lebih dari sekolah, ketika anaknya tidak terdaftar disatu sekolah, maka seolah-olah orang tua menggangap anaknya tidak diterima di sekolah tersebut,” ungkapnya.
Disaat wilayah lain ribut masalah PPDB Online, justru Kabupaten PPU lancer. Oleh sebab itu, hari ini dibuka daftar ulang tahap kedua, dan hari berikutnya untuk masyarakat yang mendaftar hanya satu sekolah dan tidak diterima di sekolah tersebut.
Baca juga; Kasus Corona Bertambah Satu Orang di Malinau Kalimantan Utara, Riwayat Perjalanan dari Makassar
Baca juga; Donald Trump Bahaya, Iran Keluarkan Perintah Tangkap Presiden AS, Imbas Pembunuhan Jenderal Besar
Ketua Komisi II DPRD PPU Wakidi mengatakan, masih banyak masyarakat yang kurang paham teknologi, ada pula masyarakat yang mendaftar berulang-ulang dan gagal ternyata paket internetnya habis.
“Secara umum pendaftaran PPDB Online masalah jaringan, guru-guru harus pro aktif, sekolah swasta maupun negeri itu sama saja, Hanya budaya IT harus diperhatikan, karena guru harus ikuti perkembangan zaman, kedepan teknologi pembelajaran berbasis IT harus dipertimbangkan,” katanya.
Disampaikan Wakidi, biaya sekolah memang tidak murah, oleh karena itu Negeri maupun Swasta harus menampung semua siswa. Untuk daya tampung dipastikan mencukupi untuk smeua rombel yang ada. (dha)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/bahas-ppdb.jpg)