Polres PPU Belum Izinkan Resepsi Pernikahan Selama Pandemi Corona Kapolres; Nikah Dulu Resepsi Nanti

Masa pandemi covid-19 tak hanya menjadi dilema bagi aktivitas pemerintah tetapi juga menjadi dilema bagi masyarakat. Pandemi ini, aktivitas warga ter

TRIBUNKALTIM.CO, ARIS JONI
Kapolres PPU AKBP Dharma Nugraha 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Masa pandemi covid-19 tak hanya menjadi dilema bagi aktivitas pemerintah  tetapi juga menjadi dilema bagi masyarakat. Dengan pandemi ini, aktivitas warga terganggu dan terbatas.

Berbagai agenda tertunda baik bidang sosial, ekonomi, pendidikan, olahraga hingga rencana pernikahan, yang mengundang banyak orang. Kegiatan yang mengundang keramaian belum diizinkan kepolisian setempat.

Seperti di Kabupaten Penajam Paser Utara atau PPU. Resepsi pernikahan di masa pandemi ini belum diizinkan, karena pasti mengundang banyak orang. Bahkan pernikahan di KUA juga pemerintah membatasi jumlah perwakilan kedua mempelai.

Untuk proses akad nikah di KUA atau di rumah  dibatasi sekitar 10 orang dan untuk proses akad nikah di masjid atau gedung pertemuan tidak boleh lebih dari 30 orang.

Terlebih, hingga saat ini Polres Penajam Paser Utara ( PPU ) belum memperbolehkan untuk mengeluarkan izin keramaian, tak terkecuali untuk izin keramaian acara resepsi pernikahan.

Baca juga; NEWS VIDEO Memetik Surga di Puncak Keramat Gunung Karst Mengkuris Kutai Timur

Baca juga; Tiga Pasien Sembuh, Kini Pasien Positif Covid-19 di Kutai Kartanegara Sisa Satu Orang

Hal tersebut diungkapkan Kapolres PPU, AKBP Dharma Nugraha kepada awak media saat ditemui di kantornya, Kamis, (2/7/2020).  “Belum diberikan untuk sementara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melihat protokol kesehatan yang telah ditetapkan, pihaknya belum mengeluarkan izin keramaian untuk sementara sampai ada arahan untuk memberikan izin keramaian tersebut.

AKBP Dharma mengungkapkan, salah satu syarat sahnya sebuah pernikahan yakni akad nikah, sementara untuk resepsinya menurut dia masih bisa ditunda untuk sementara.

“Tapi standarnya sudah diatur KUA, yang datang dibatasi dan melakukan ijab kabul saja. Artinya, salah satu syarat sah perkawinan itu kan akad nikahnya,” jelasnya.

Kapolres juga menegaskan, akan melakukan teguran hingga penertiban bagi warga yang masih bersikeras melakukan acara besar yang mengundang dan mengumpulkan banyak orang yang berpotensi menambah luasnya penyebaran covid-19 di PPU.

“Apa yang kami sampaikan baik dari Polri dan gugus tugas, ini demi kemaslahatan ummat atau orang banyak. Bukan serta-merta hanya memikirkan dari sisi orang yang melakukan hajat, tapi harus melihat dampaknya ke orang banyak juga,” pungkasnya.(*)

Penulis: Aris Joni
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved