Sepeda Lipat Milik Wabup PPU Limited Edition, Harga Dibandrol Rp 8,2 Juta
Kegiatan bersepeda mengelilingi jalanan kota atau kabupaten menjadi salah satu fenomena yang baik di tengah pandemi covid-19.
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Fenomena menarik terjadi di saat pandemi wabah Virus Corona atau covid-19 menyerang masyarakat Indonesia, yakni kegiatan bersepeda yang saat ini digemari baik dari kalangan anak muda maupun usia lanjut.
Kegiatan bersepeda mengelilingi jalanan kota atau kabupaten menjadi salah satu fenomena yang baik di tengah pandemi covid-19 yang terjadi beberapa bulan terakhir ini.
Tanpa terkecuali di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur.
Dari pantauan Tribunkaltim.co terlihat banyak warga Penajam yang mengayuh sepeda di sore hari, baik itu dari anak-anak hingga orang tua.
Kali ini, Tribunkaltim.co berkesempatan bertemu dengan beberapa warga yang sedang bersepeda di jalanan Kecamatan Penajam untuk bertanya terkait dengan harga sepeda warga Penajam.
Baca Juga
Ingin Mencari Sepeda, Inilah Daftar Harga Sepeda Lipat Terbaru Merek Polygon, Urbano 3 Rp 4 Juta
NEWS VIDEO Pajak Sepeda Bakal Dipungut, Kemenhub Buka Wacana Pesepeda Wajib Bayar Pajak
Riki Ikhsan warga Penajam mengaku, telah melakukan aktivitas bersepeda sejak tahun 2010 lalu. Harga sepeda gunung yang ia miliki dibandrol Rp 4 juta beberapa tahun lalu dengan merek Poligon.
"Suka gowes dari 2010, sudah lama terus lanjut sepedaan sampai sekarang, saya pakai Poligon waktu itu saya beli Rp 4 juta," ujar Riki, Minggu (5/7/2020).
Sementara itu, Hatta, salah satu ASN Pemerintahan Kabupaten PPU mengatakan telah melakukan aktivitas bersepeda dari tahu 2013 hingga sekarang.
Namun ia mengaku baru menggunakan sepeda lipat di tahun ini dengan mengikuti Komunitas Sepeda Lipat yakni Passapeda Penajam Community, harga sepeda yang ia miliki adalah Rp 5,1 Juta dengan merek Ecosmo 9 edisi Filosofi Kopi.
"Sebelum pandemi komunitas kita sudah terbentuk, sepeda yang saya pakai ini edisi Filosofi Kopi dari ecosmo dibandrol kemarin Rp 5,1 juta," ujar Hatta.
Sedangkan Ian yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot mengaku baru mulai menggemari bersepeda satu bulan ini sejak pandemi covid-19, sepeda lipat milikinya merek Exotic dengan harga Rp 1,5 juta.
"Sebenarnya ini untuk anak saya, tapi tidak dipakai, kebetulan lah ikut-ikutan orang-orang naik sepeda, jadi tiap sore saya sepedaan, mereknya exotic sepeda lipat kemarin ini Rp 1,5 juta, ini yang biasa," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sepeda-menjadi-aktivitas-yang-digemari-warga-ppu-saat-ini.jpg)