Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Barat

Wabup Sebut Perlu Ubah Strategi untuk Majukan Pertanian di Kubar

Untuk itulah perlu membuat sedikit perubahan strategi pertanian, bagaimana mengoptimalkan lahan yang cukup subur.

HUMASKAB KUBAR
RAPAT KOORDINASI - Bupati Kubar FX Yapan (tengah) bersama Wabup Kubar Edyanto Arkan (dua kiri) beserta Pj Sekkab Kubar Achmad Sofyan (dua kanan), para asisten dan pejabat di lingkungan Pemkab Kubar, pada rapat koordinasi di Balai Agung ATJ, Kantor Setkab Kubar. 

RAPAT KOORDINASI - Bupati Kubar FX Yapan (tengah) bersama Wabup Kubar Edyanto Arkan (dua kiri) beserta Pj Sekkab Kubar Achmad Sofyan (dua kanan), para asisten dan pejabat di lingkungan Pemkab Kubar, pada rapat koordinasi di Balai Agung ATJ, Kantor Setkab Kubar.

SENDAWAR- Potensi pertanian dimiliki Kutai Barat (Kubar) bisa dibilang menjanjikan dan sungguh luar biasa. Potensi pertanian tersebut menjadi aset masa depan yang harus dijaga dan dipertahankan dengan baik.
Oleh karenanya potensi pertanian harus semakin ditingkatkan, dikembangkan serta dimajukan.

“Agar kedepan hasil pertanian dan perkebunan di Kubar dapat mencukupi kebutuhan pangan,”kata Wabup Kubar, pada rapat koordinasi di Balai Agung Aji Tullur Jejangkat (ATJ), Kantor Setkab Kubar, Rabu (1/7/2020).   

Wabup meminta Pejabat (Pj) Sekkab Kubar Achmad Sofyan bersama para asisten, Kepala BP3D dan dinas terkait, perlu melihat perkembangan potensi pertanian di daerah ini karena sungguh luar biasa.

Tetapi menyadari, masyarakat saat ini belum bergerak dan berorentasi pada hasil-hasil pertanian yang dipergunakan setiap hari. Misalkan, sayur-mayur, jagung dan lainnya. Karena masyarakat rajin untuk menanam karet lagi.

Untuk itulah perlu membuat sedikit perubahan strategi pertanian, bagaimana mengoptimalkan lahan yang cukup subur. Selain itu, pengelolaannya tidak hanya menggunakan tenaga manusia saja melainkan memanfaatkan peralatan seperti traktor untuk menanam benih atau memanen, dan lainnya.

Kalau memang alat itu harus diadakan, akan diadakan. Misalkan, zona pertanian ada tiga. Yakni, Rapak Oros Kampung Purwodadi, Kampung Asa dan Bongan.

Jadi masing-masing zona itu harus memiliki alat minimal satu. Sarana tersebut untuk menunjang produktivitas para petani dalam meningkatkan produksi serta kualitas hasil pertanian, guna memenuhi kebutuhan pangan serta kesejahteraan petani,”ucapnya.

Wabup akui, saat ini merasakan kekurangan tenaga-tenaga terampil dalam mengelola lahan-lahan pertanian. Untuk itu, perlu memberikan atensi pada ekonomi kerakyatan.

“Para petani diharapkan terus bersemangat melakukan terobosan melalui teknologi pertanian tepat guna, sehingga kualitas produk yang dihasilkan akan berdaya saing dan berdampak terhadap pendapatan masyarakat menuju sejahtera. Pemkab tentunya mendukung hal ini,” ujar Wabup. (advertorial/hms6/naw)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved