Senin, 11 Mei 2026

Pastikan Kecukupan Pasokan dan Kelancaran Distribusi, TPID Balikpapan Gelar Virtual Meeting

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan melaksanakan High Level Meeting (HLM) melalui virtual meeting.

Tayang:
Penulis: Heriani AM |
HO/BI BALIKPAPAN
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan melaksanakan High Level Meeting (HLM) melalui virtual meeting, Selasa (14/7/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan melaksanakan High Level Meeting (HLM) melalui virtual meeting.

Dalam kesempatan itu, TPID Balikpapan membahas Evaluasi Inflasi Semester I 2020 , Selasa (14/7/2020).

HLM TPID Kota Balikpapan dipimpin oleh Walikota Balikpapan, Rizal Effendi selaku Ketua TPID Kota Balikpapan dan dihadiri oleh seluruh anggota TPID setempat.

Rizal Effendi mengatakan, ketahanan pangan merupakan hal penting yang perlu dijaga dan menjadi prioritas di tengah pandemi Virus Corona ( covid-19 ).

"Adanya pandemi covid-19 dapat berdampak terhadap kelancaran distribusi dan produksi barang terutama bahan pangan dengan penerapan kebijakan pembatasan sosial," ujarnya.

Hal ini penting mengingat lebih dari 90% kebutuhan pangan pokok masyarakat Kota Balikpapan masih mengandalkan suplai dari daerah lain, misalnya Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis dan inovatif untuk menjaga ketahanan pangan Kota Balikpapan.

Baca juga: Berkaca pada OTT Bupati Kutim Ismunandar, Wagub Kaltim Ingatkan Petahana tak Pakai Fasilitas Negara

Baca juga: Masamba, Luwu Utara Porak Poranda Diterjang Banjir Bandang, Evi Masamba Menangis Minta Pertolongan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan menyampaikan informasi mengenai perkembangan inflasi di Kota Balikpapan pada Juni 2020 yang tercatat sebesar 0,28% (mtm) atau 1,16% (yoy).

Sedangkan secara kumulatif angka inflasi dari Januari hingga Juni 2020 tercatat sebesar 1,16% (ytd), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Kalimantan Timur sebesar 0,85% maupun inflasi nasional 1,09%.

"Beberapa faktor yang mempengaruhi dinamika inflasi pada triwulan II-2020 di antaranya kebijakan terkait angkutan udara dan faktor seasonal yaitu Ramadhan dan Lebaran," tutur Bimo.

Selain itu, dampak kenaikan harga emas perhiasan sebagai pengaruh dari kenaikan harga emas di pasar internasional dan fluktuasi nilai tukar rupiah.

Namun demikian, adanya wabah pandemi covid-19 turut mempengaruhi penurunan konsumsi masyarakat yang berdampak terhadap rendahnya inflasi sepanjang triwulan II 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara rata-rata inflasi yang terjadi pada triwulan II 2020 masih lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2020.

Hal ini didorong oleh peningkatan tarif angkutan udara dan adanya gangguan pasokan komoditas bahan makanan seperti bawang merah, daging ayam ras, dan sayur-sayuran.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved