Rabu, 22 April 2026

Virus Corona

Update covid-19 Indonesia Hari Ini 14 Juli 2020: Ada Kabar Baik Soal Pasien Sembuh, 1.591 Kasus Baru

Dalam update penyebaran virus Corona hari ini masih terjadi penularan di masyarakat yang menyebabkan kasus covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Editor: Doan Pardede
Kolase TribunKaltim.co / Freepik.com
UPADE CORONA INDONESIA - Ilustrasi Peta sebaran Virus Corona di Indonesia hari ini Selasa 24 Juli 2020 

TRIBUNKALTIM.CO - Berikut update data penyebaran virus Corona atau covid-19 di Indonesia terbaru hari ini Selasa 14 Juli 2020.

Pemerintah telah memperbarui data pasien covid-19 atau positif virus Corona pada konferensi pers di Graha BNPB, Selasa (14/7/2020) pukul 15.30 WIB.

Dalam update kasus Covid-19 atau penyebaran virus Corona hari ini masih terjadi penularan virus Corona di masyarakat yang menyebabkan kasus covid-19 di Indonesia terus bertambah.

Achmad Yurianto, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Republik Indonesia mengatakan bahwa pada hari ini terjadi penambahan kasus, baik yang positif, dinyatakan sembuh, maupun meninggal dunia.

Bukan 29 Juli, Virus Corona Menyebar Via Udara Doni Monardo Beber Kapan Bioskop Boleh Operasi Lagi

NEWS VIDEO Terkait Penambahan Kasus Corona di Samarinda, Hadi Mulyadi Ingatkan Tetap Pakai Masker

Hanya Semenit, 71 Orang di China Tertular Covid-19, Berawal Dari Wanita OTG Corona Naik Lift

Keanehan Banjir Besar Wuhan Terkuak, Terjadi Saat Tim WHO Investigasi, Upaya Hilangkan Bukti Corona?

Berdasarkan laporan data sebaran Corona di Indonesia tersebut, tercatat adanya 1.591 kasus baru.

Total kasus yang terjadi di Indonesia sebanyak 78.572 pasien positif virus Corona.

Kemudian, pada hari ini ada 947 pasien yang dinyatakan sembuh, sehingga total pasien yang sembuh tercatat 37.636 orang.

Sementara untuk pasien meninggal dunia bertambah sebanyak 54 korban, sehingga total menjadi 3.710 kasus kematian.

Sehingga jika diakumulasikan, terdapat 37.226 kasus aktif atau masih menjalani perawatan.

Hapus Istilah ODP, PDP & OTG covid-19, Menkes Terbitkan 8 Definisi Operasional Baru, Ini Rinciannya

Beberapa bulan belakangan, masyarakat telah akrab dengan istilah Orang dalam Pemantauan (ODP), Pasien dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Namun, kini Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali mengklasifikasikan kasus covid-19 dengan istilah baru.

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan terkait istilah baru dalam definisi operasional pada penanganan kasus covid-19.

• Misteri Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo Mulai Tekuak? Ada Petunjuk Motif Asmara Cinta Segitiga

• Identitas Pria yang Booking Artis HH Langsung Dibongkar Polisi, Ternyata Ini Profesinya

Melalui Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2020 (covid-19), Menkes menggantikan istilah ODP, PDP, dan OTG dengan sejumlah definisi baru.

Dikutip dari Kepmen yang ditandatangani pada 13 Juli tersebut, istilah ODP digantikan dengan 'Kontak Erat', PDP menjadi 'Kasus Suspek', dan OTG diganti dengan 'Kasus Konfirmasi Tanpa Gejala (Asimptomatik)'.

Selain ketiga istilah itu, ada beberapa definisi operasional baru yang lebih spesifik.

Misal kasus negatif covid-19 atau pasien sembuh diistilahkan dengan 'Discarded'.

Ada pula istilah lain yang diperkenalkan seperti Pelaku Perjalanan dan Selesai Isolai dengan definisi yang dijelaskan pada halaman 31 pada BAB III, Surveilans Epidemiologi.

Berikut ini rincian delapan definisi operasional yang diterbitkan Kemenkes:

1. Kasus Suspek (menggantikan istilah PDP)

Adalah seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:

• Daftar Film, Foto & Biodata Hana Hanifah yang Disorot Karena Dikaitkan Kasus Prostitusi Artis FTV HH

• Profil & Biodata Rey Mbayang Vokalis Suami Dinda Hauw, Sosok Rizky Billar yang Kini Disorot Terkuak

a. Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

b. Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable covid-19.

c. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.

Sebagai catatan, istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini diperkenalkan dengan istilah kasus suspek.

2. Kasus Probable (PDP dengan gejala berat hingga terindikasi kuat terinfeksi covid-19)

Adalah kasus suspek dengan ISPA Berat/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium real time PCR.

COVID-19 HARI INI - ILUSTRASI vaksin Virus Corona
COVID-19 HARI INI - ILUSTRASI vaksin Virus Corona (Kolase TribunKaltim.co / freepik.com)

3. Kasus Konfirmasi

Adalah seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus covid-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium real time.

Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2:

a. Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)

b. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)

4. Kontak Erat (menggantikan istilah ODP)

Adalah Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi covid-19.

Riwayat kontak yang dimaksud antara lain:

a. Kontak tatap muka/berdekatan dengan 'kasus probable' atau 'kasus konfirmasi' dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.

b. Sentuhan fisik langsung dengan 'kasus probable' atau 'kasus konfirmasi' (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain).

c. Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap 'kasus probable' atau 'kasus konfirmasi' tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.

d. Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.

Pada 'kasus probable' atau 'kasus konfirmasi' yang bergejala (simptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Pada kasus konfirmasi yang tidak bergejala (asimptomatik), untuk menemukan kontak erat periode kontak dihitung dari 2 hari sebelum dan 14 hari setelah tanggal pengambilan spesimen kasus konfirmasi.

5. Pelaku Perjalanan

Adalah seseorang yang melakukan perjalanan dari dalam negeri (domestik) maupun luar negeri pada 14 hari terakhir.

6. Discarded (menggantikan istilah sembuh atau dinyatakan negatif covid-19)

Discarded apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:

a. Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR sebanyak 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu kurang dari 24 jam.

b. Seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

7. Selesai Isolasi

Selesai isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:

a. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

b. Kasus probable atau kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

c. Kasus probable atau kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR sebanyak 1 kali negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

8. Kematian

Kematian covid-19 untuk kepentingan surveilans adalah 'kasus konfirmasi' atau 'kasus probable' covid-19 yang meninggal.

Selengkapnya silakan unduh pada tautan berikut: Kepmenkes Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2020 (covid-19)

Berikut update Corona Dunia 14 Juli: 13,2 Juta Orang Terinfeksi

Penyebaran virus Corona jenis baru penyebab covid-19 masih terus berlangsung sejak pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, akhir Desember 2019.

Bahkan, kurva kasus infeksi di banyak negara hari ini bisa disebut paling tinggi dari kasus yang terjadi sebelum-sebelumnya.

Mengacu data Worldometers dengan pemutakhiran data terakhir Senin (13/7/2020) tengah malam, total kasus infeksi yang terjadi hingga saat ini mencapai 13.224.909 kasus di 215 negara dunia.

Dari angka itu, sebanyak 574.903 orang meninggal dunia, sementara 7.689.296 orang sembuh.

Dengan demikian, saat ini masih ada 4.960.710 kasus aktif covid-19 yang terdata di seluruh dunia.

Berikut perkembangan virus Corona di sejumlah negara:

Indonesia

Indonesia saat ini berada di posisi ke-26 secara global sebagai negara dengan kasus positif covid-19 tertinggi.

Total kasus di Indonesia mencapai 76.981, dengan adanya penambahan 1.282 kasus baru pada Senin (13/7/2020).

Wilayah-wilayah dengan jumlah kasus tertinggi adalah Jawa Timur (16.877), DKI Jakarta (14.797), dan Sulawesi Selatan (7.097).

Penjelasan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19,semakin banyaknya kasus baru yang ditemukan karena tracing yang dilakukan secara masif.

Meski temuan kasus positif baru masih cukup tinggi, namun kebanyakan dari kasus-kasus itu adalah kasus yang tidak memmerlukan perawatan di rumah sakit.

"Sebagian besar kasus yang kita dapatkan adalah kasus-kasus yang tidak ada indikasi untuk dirawat di rumah sakit," kata Juru Bicara Pemerintah untuk covid-19, Achmad Yurianto, Senin (13/7/2020) di Jakarta.

Sementara itu, angka kesembuhan di Indonesia juga terus mengalami peningkatan, di hari yang sama pasien yang dinyatakan bebas dari covid-19 mencapai 1.051 orang, sehingga akumulasi kasus sembuh mencapai 36.689.

China

Sebagai negara pertama yang mengonfirmasi temuan kasus positif covid-19, China terbilang sudah melalui masa-masa kritisnya.

Meski sempat terjadi gelombang kedua beberapa waktu lalu, namun saat ini penularan sudah lumayan mereda, tersisa satu digit saja per harinya.

Pada Senin (13/7/2020), negara ini hanya melaporkan 8 kasus baru covid-19 yang terjadi di sepenjuru wilayahny.

Mengutip The Indian Express, kasus penularan domestik di sana sudah mendekati nol.

Pada hari yang sama, tidak ada laporan kematian terkait covid-19 di China.

Sementara, jumlah pasien yang dirawat di seantero negeri untuk kasus covid-19 berjumlah 320 orang.

Hingga saat ini, China melaporkan 4.634 kematian dan 83.602 kasus infeksi. Jumlah ini tentu jauh di bawah negara-negara lain yang kini justru menjadi episentrum baru penyebaran virus Corona, sebut saja Amerika Serikat dengan 3,4 juta kasus infeksi, Brazil 1,8 juta kasus infeksi, dan India lebih dari 900 ribu kasus infeksi.

Rusia

Negara ini telah berhasil menyelesaikan uji klinis pada manusia yang pertama untuk kandidat vaksin yang mereka kembangkan untuk menangani virus Corona.

vaksin ini dikembangkan di Gamalei Institute of Epidemiology and Microbiology di Russia dan disebut aman juga manjur mengatasi virus Corona, sebagaimana dikutip dari Newsmax, Senin (13/7/2020).

Para peserta uji klinis masih terus akan dipantau kesehatannya oleh Pusat Penelitian Obat Sechenov University.

Kepala Institute of Epidemiology and Microbiology, Alexander Gintsburg menyebut vaksin akan bisa didistribusikan pada pertengahan Agustus nanti.

Jika melihar data global, Russia saat ini menjadi negara ke-4 dengan kasus infeksi virus Corona tertinggi di dunia.

Negara ini mencatat 733.699 kasus baru, dengan 11.439 kematian, dan 504.021 telah dilaporkan sembuh

IKUTI >>> Update virus Corona

(TribunPalu.com/Isti Prasetya)

Artikel ini telah tayang di Tribunpalu.com dengan judul Update covid-19 Indonesia Selasa 14 Juli 2020: Tambah 1.591 Kasus Baru, 947 Pasien Sembuh Hari Ini dan di Kompas.com dengan judul "Update virus Corona Dunia 14 Juli: 13,2 Juta Orang Terinfeksi | China Laporkan 8 Kasus Baru "

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved