Breaking News:

Virus Corna di Tarakan

Dokter Paru RSUD Tarakan Sebut PHBS Penting, Jika Lalai Pasien Covid-19 yang Sembuh Bisa Reinfeksi

Tidak menutup kemungkinan pasien yang telah dinyatakan sembuh dari covid-19 dapat tertular kembali atau juga biasa disebut reinfeksi

(HO/doc pribadi dr Diana)
dr Diana Kurniasari Sagita 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN- Tidak menutup kemungkinan pasien yang telah dinyatakan sembuh dari covid-19 dapat tertular kembali atau juga biasa disebut reinfeksi.

Hal ini diutarakan oleh Dokter Spesialis Paru RSUD Tarakan, dr Diana Kurniasari Sagita kepada Tribunkaltim.co melalui sambungan telepon, Senin (20/7/20)

"Sebenarnya dari kasus-kasus yang sebelum di Indonesia menjadi sebanyak ini, dulu juga pernah dilaporkan kalau tidak salah yang dari China itu kan sempat ada ya, mereka reinfeksi lagi, itu masih memungkinkan untuk tertular kembali," ujar dia.

dr Diana menjelaskan apabila seorang eks pasien covid-19 yang telah dinyatakan sembuh kembali melanjutkan aktivitas dan tidak menerapkan pola hidup bersih dan sehat, bisa saja terinfeksi kembali.

Oleh sebabnya, dr Diana mengatakan pentingnya untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat atau disingkat PHBS. "Jadi kita juga ndak bisa berpikir bahwa kalau sudah kena sekali, kemudian seterusnya tidak akan kena lagi itu gak bisa begitu," jelasnya

Baca juga; Jumlah Kesembuhan Covid-19 Meningkat, Terpantau 5 Wilayah di Tarakan Zona Hijau, 73 Orang Sembuh

Baca juga; Ular Piton Sepanjang 2,5 Meter Sembunyi di Kolong Rumah, 10 Personel PMK Tarakan Lakukan Evakuasi

"Karena itu kembali lagi ke PHBS yang tadi saya sampaikan," sambungnya.

Begitu pula dengan imun tubuh yang rendah juga bisa reinfeksi. Maka dari itu, kata dia, untuk kondisi seperti ini yang bisa kita jaga adalah daya tahan tubuh.

"Bagaimana caranya kita menjaga daya tahan tubuh atau sistem imun tubuh kita," lanjutnya.

Dokter Diana menambahkan bahwa sistem imun tubuh yang ada sangat mempengaruhi banyak hal, itu sebabnya perlu untuk menjaga imun tubuh tetap seimbang.

"Sistem imun tubuh kita itu kan sebenarnya mempengaruhi banyak hal ya, tidak hanya berdasarkan gaya hidup kita sendiri kemudian juga dipengaruhi oleh baik itu asupan makanan atau vitamin atau nutrisi yang kita terima," tuturnya.

"Juga yang jelas itu stress emosional itu juga sangat  mempengaruhi sistem imun kita. Jadi itu harus dijaga, harus balance lah seperti itu," pungkasnya.

Penulis: Risnawati
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved