Anak Desa di Samarinda Jadi Site Director Perusahaan Nitrate Bontang, Bakat Subroto Tebar Inspirasi
Ada perjuangan di balik kesuksesan seseorang. Cara menggapai cita-cita tak semudah membalikkan telapak tangan.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Ada perjuangan di balik kesuksesan seseorang. Cara menggapai cita-cita tak semudah membalikkan telapak tangan.
Begitulah perjalanan hidup Bakat Subroto Hadi.
Di hadapan anak-anak Bontang ia bercerita tentang kisah masa kecil dan hidupnya. Ia membagi pengalaman dan berbagi inspirasi.
Siapa sangka seorang anak desa yang tumbuh besar di Palaran Samarinda, kini menjabat sebagai Site Director PT Kaltim Nitrate Indonesia ( KNI ) saat ini.
Pria yang lahir 42 tahun lalu mengisahkan masa kecilnya, Kamis (23/7/2020) bertepatan dengan Hari Anak Nasional.
Tak ada gadget yang menemaninya saat tumbuh kembang pada masa anak-anak. Ia mengaku lebih akrab bermain dengan gerobak sodor, kelereng, bola kasti dan sepak bola.
Baca Juga:Semarak! Puncak Festival Gembira di Rumah, Walikota Bontang Sampai Nyanyi dan Nari Bersama Anak-anak
Baca Juga:Anggota DPRD Bontang Turun ke Jalan Galang Donasi Korban Banjir Bandang Masamba Luwu Utara
Begitulah pengakuannya saat diberi kesempatan berbagi kisah masa kecil di aula Pendopo Rujab Walikota Bontang.
"Saya anak laki-laki hobi main sepak bola. Suatu hari, Minggu, main bola di lapangan sekolah. Seninnya upacara. Lapangan becek. Kepsek nanya siapa main bola? dengan percaya diri saya bilang saya. Akhirnya saya dijemur," katanya.
Namun bukan perkara hukuman yang jadi poin, namun kejujuran dan keberanian saat ditanya oleh guru di sekolah. Setidaknya itu yang hendak disampaikannya kepada anak-anak Bontang yang hadir di aula Pendopo Rujab Walikota Bontang.
"Dengan bola saya mewakili kecamatan. Juara 1 turnamen sepakbola mewakili kecamatan se-Kota Samarinda," bebernya.
Bangku pendidikan SD dan SMP dihabiskan bakat Subroto di Palaran, Samarinda. Jalan hidupnya yang penuh perjuangan berangkat dari keputusannya merantau ke Bontang. Ya, ia menyambung pendidikannya di bangku Sekolah Teknik Menengah (STM) di Kota Taman.
"Saya lakukan jump (lompatan) dalam hidup saya. Beranikan diri ke kota Bontang dan masuk STM Bontang," ungkapnya.
Merebut tiket untuk duduk di 36 kursi jurusan teknik kimia industri tak mudah. Hampir-hampir ia tak lolos. Lantaran dirinya menempati peringkat 32 dari 36 alokasi kursi alias 5 peringkat terbawah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/site-director-pt-kaltim-nitrate-indonesia-bakat-subroto-hadi.jpg)