Balita Berusia Lima Bulan di Samarinda Terbaring Lemah, Ada Benjolan Besar di Bagian Kepala

Balita berusia lima bulan bernama Sultan Putra Yudistira buah hati dari pasangan suami istri (Pasutri) Wahyudi dan Emilia, hanya bisa terbaring lemah

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Balita Balita berusia lima bulan bernama Sultan Putra Yudistira buah hati dari Pasangan Suami Istri (Pasutri) Wahyudi dan Emilia, hanya bisa terbaring lemah di kasur tempat tidurnya, di kediamannya, Jalan Proklamasi VI, RT 53, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, 

TRIBUN KALTIM. CO, SAMARINDA - Balita berusia lima bulan bernama Sultan Putra Yudistira buah hati dari pasangan suami istri (Pasutri) Wahyudi dan Emilia, hanya bisa terbaring lemah di kasur tempat tidurnya.

Di kediamannya, Jalan Proklamasi VI, RT 53, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Balita seusianya sudah mulai posisi belajar tiarap ataupun sudah mulai bergerak.

Namun tidak untuk Sultan, benjolan yang membesar terlihat berupa cairan di bagian belakang kepalanya, hal itulah yang membuatnya hanya bisa terbaring lemah.Dari rahim Emilia, ia menyebutkan Sultan merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara.

Berkaitan dengan keadaan anaknya berdasarkan hasil dari diagnosa dokter anaknya mengidap penyakit yang bernama miniongkel yaitu cairan yang tumbuh di bagian luar kepala.

Baca Juga:Hendak Buang Air, Ibu Ini tak Menduga Bayinya Lahir, Sayang Anak Itu tanpa Kepala, Ini Kejadiannya

Baca Juga:Baru Beberapa Saat Lahir ke Dunia, Bayi tak Berdosa Itu Langsung Dikirim ke Tempat Sampah

Ia pun tidak menyangka, karena pada massa kehamilannya hingga mendekati hari lahiran, dirinya tidak merasakan hal yang aneh ditambah ia juga rutin melakukan pemeriksaan.

"Selama hamil saya rutin periksa hingga USG. Sampai Sultan lahir tidak ada yang aneh. Tapi memang ada sedikit benjolan di belakang kepalanya itu," ucap Emilia Kamis (23/7/2020).

Mulanya ia menganggap benjolan kecil tersebut merupakan tanda lahir yang biasa didapat bayi. Namun seiring tumbuh kembangnya Sultan benjolan tersebut juga ikut membesar hingga saat ini.

Ia pun sudah berupaya untuk mengobati apa diderita putranya tersebut, namun karena keterbatasan ekonomi Emilia dan Wahyudi tidak bisa berbuat banyak.

Sehingga mereka hanya bisa membawa ke dokter umum biasa untuk diobati meski  yang seharusnya dilakukan operasi.

Dibalik kesulitan ekonomi dan rasa keputus asaanya, ditambah massa pandemi covid-19 sekarang ini ia pun hanya bisa pasrah sambil mencari bantuan agar putra bisa ditangani medis.

Rasa keputus asaan pun sempat sedikit terobati lantaran ada sejumlah relawan yang memberi bantuan kepada putranya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved