Senin, 13 April 2026

Pilkada Kukar

Balon Bupati Bermunculan Jelang Pilkada Kukar, Warga Minta Kepala Daerah Perhatikan Kesejahteraan

Tahapan demi tahapan sedang dilaksanakan penyelenggara, yakni Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kukar guna melancarkan proses demokrasi lima tahunan itu

Penulis: Aris Joni | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
ILUSTRASI; Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, Kutai Kartanegara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Tak lama lagi Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar ) akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah ( Pilkada ) yang rencananya akan dilaksanakan pada Desember 2020 mendatang.

Tahapan demi tahapan sedang dilaksanakan penyelenggara, yakni Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kukar guna melancarkan proses demokrasi lima tahunan itu.

Bahkan, pasangan bakal calon pun telah bermunculkan baik pasangan calon melalui partai maupun pasangan calon melalui jalur independen.

Seiring dengan makin dekatnya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kukar ini beberapa harapan dari masyarakat Kukar di beberapa daerah pun muncul.

Seperti warga Kecamatan Tenggarong, Hanapi (48) yang berprofesi sebagai pedagang, ia berharap kepala daerah yang terpilih nantinya lebih banyak memperhatikan nasib para pedagang, terutama pelaku UMKM dengan menyediakan wadah untuk para pelaku usaha kecil yang lebih lagi.

Baca juga; Tahap Perbaikan Dukungan Jalur Perseorangan Pilkada Kukar, Ghufron-Ida Optimis Lolos

Baca juga; Ketua DPD PDIP Kaltim Serahkan SK Rekomendasi ke Edi Damansyah untuk Pilkada Kukar

“Masih ada beberapa pelaku usaha kawan kami yang masih sulit membuka usahanya, karena gak ada tempat. Mau nyewa tempat, tinggi juga biayanya,” tuturnya. Selasa, (28/7/2020).

Sementara itu, Rudi (37), warga Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu berharap kepala daerah yang terpilih nantinya juga dapat lebih memperhatikan warga yang bermukim disekitaran wilayah tambang. Pasalnya, warga desa Jembayan mayoritas bekerja sebagai penambak ikan dan setiap hari harus menghirup udara tambang yang bercampur debu.

“Debunya ngeri mas, baru di sapu rumah, kotor lagi. apalagi kan tambang-tambang disini dekat juga dengan pemukiman,” tuturnya.

Dirinya berharap, kepala daerah terpilih di Kukar nantinya tidak hanya mengurusi soal izin tambangnya saja, melainkan dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang terhadap masyarakat.  “Semoga nanti yang terpilih bisa lebih memperhatikan rakyatnya lah,” ucapnya.

Baca juga; Satu Komisi Bersama Rendi Solihin, Sekretaris DPC PDIP Optimis Solid dalam Pilkada Kukar

Baca juga; Ghufron - Ida Optimistis Penuhi Kekurangan 40.438 Surat Dukungan Jalur Perseorangan Pilkada Kukar

Sementara itu, Nissa (32) warga Desa Bakungan yang juga sebagai guru honorer di Kukar ini lebih berharap kepala daerah yang terpilih nantinya dapat lebih memperhatikan nasib kesejahteraan guru, terutama yang masih berstatus honorer.

Pasalnya, dirinya mengaku menjadi guru di kampung-kampung yang memang sulit akses menuju sekolah menjadi tanyangan tersendiri, khususnya baginya. Selain memakan waktu di jalan, juga memakan biaya tinggi untuk pulang pergi mengajar di sekolah.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved