Ada Akun Facebook Mengatasnamakan Sekda Kaltim, Modus Meminjam Uang, Sabani Angkat Bicara

Ada akun Media Sosial (Sosmed) mengatasnamakan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ( Sekda Kaltim ) M. Sabani, modus meminjam uang

HUMASPROV KALTIM
Ada akun media sosial Facebook mengatasnamakan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ( Sekda Kaltim ) M. Sabani, modus meminjam uang. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ada akun media sosial Facebook mengatasnamakan Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ( Sekda Kaltim ) M. Sabani, modus meminjam uang.

Saat dihubungi TribunKaltim.co, Sekda Kaltim Sabani, menyebutkan kejadian tersebut baru hari ini, Sabtu 1 Agustus 2020, pada pukul 01.00 Wita.

"Baru aja tadi, sekitar jam 1 an," ucapnya melalui telepon seluler pada Sabtu (1/8/2020).

Sabani menyatakan, media sosial yang mengatasnamakan dirinya tersebut melalui akun Facebook, dengan memajang muka Sekda lalu meminta pertemanan ke orang-orang dikenal Sekda Kaltim, hingga ujungnya meminjam uang.

Australia Berani Paksa Facebook dan Raksasa Digital Amerika Serikat Bayar Konten, Google Menolak

Ucapan-ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2020/1441 H, Share di WhatsApp, Instagram, dan Facebook

"Dia bikin foto saya bikin di akun FB gitukan, terus minjam - minjam uang ke orang," ujarnya.

Ia melanjutkan, karena merasa khawatir akan kejadian, atau ada orang tidak mengetahui bahwa akun tersebut bukanlah miliknya, maka ia pun membuat pemberitahuan melalui status Whatsapp.

"Dia hanya main di FB melalui massage, khawatir itu merambat ke Whatsapp makanya di WA saya membuat info juga karena banyak kawan-kawan yang punya FB juga," sambungnya.

Facebook Jangkau Developer Circles di Balikpapan

Grup Facebook Komunitas Pelakor Indonesia Bikin Heboh, Isinya Curhatan Kesal Kepada Istri Pertama

Saat disinggung terkait tundak lanjutnya, ia menyebutkan saat sekarang hanya meyampaikan pemberitahuan saja. Kecuali apabila korban maka akan melakukan pelaporan ke aparat berwajib.

"Yang terpenting kawan-kawan tidak ada yang tertipu, kita susah juga kan melacaknya. Nah kecuali ada yang tertipu. Maka kita akan melakukan pelacakan dan pelaporan lebih jauh," pungkasnya.

( TribunKaltim.co )

Penulis: Muhammad Riduan
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved