Selasa, 14 April 2026

Donald Trump Ancam TikTok Harus Dijual Kepada Perusahaan Amerika Dalam Waktu 45 Hari

Trump memberi waktu 45 hari bagi perusahaan induk TikTok, ByteDance, untuk menyelesaikan transaksi penjualan tersebut.

(AFP / SETH HERALD)
Presiden AS Donald Trump saat memberikan pidato dalam acara Asosiasi Senapan Nasional (NRA) di Indianapolis, Jumat (26/4/2019), Donald Trump Ancam TikTok Harus Dijual Kepada Perusahaan Amerika 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeluarkan ancaman kepada TikTok.

Donald Trump memerintahkan TikTok harus dijual kepada perusahaan Amerika Serikat.

Penjualan tersebut harus sudah teralisasi dalam waktu 45 hari ke depan.

Aplikasi berbagi video singkat buatan China yang sedang populer di jagat, TikTok, diperintahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk dijual kepada perusahaan AS.

Trump memberi waktu 45 hari bagi perusahaan induk TikTok, ByteDance, untuk menyelesaikan transaksi penjualan tersebut.

Semula Trump berniat melarang TikTok beredar di AS.

Tapi, niat menutup Tiktok ditunda, dan diganti dengan batas waktu 45 hari, setelah Trump melakukan pembicaraan dengan CEO Microsoft Corp Satya Nadella, Minggu, 2 Agustus 2020.

Perubahan sikap Trump tersebut diduga terkait dengan strategi dia dalam menghadapi pemilihan presiden November mendatang.

Jika Trump melarang TikTok sekarang, besar kemungkinan ia akan ditinggalkan oleh pendukung dari kalangan muda AS, yang sekarang sedang keranjingan TikTok.

Memang sudah ada pembicaraan antara Microsoft dengan ByteDance tentang jual-beli TikTok, tapi belum ada titik temu.

Ancaman Trump terhadap TikTok tersebut tak lepas dari perseteruan AS-China dalam banyak hal.

Terkait TikTok, Trump menilai aplikasi tersebut membahayakan keamanan nasional AS.

Alasannya, TikTok mempunyai dan menyimpan data dari pengguna di AS, yang saat ini mencapai lebih dari 100 juta.

Data tersebut bisa digunakan pemerintah China untuk merongrong AS.

Atas alasan tersebut, cabang ByteDance di AS membantah. Semua data AS, kata ByteDance AS, tersimpan di server yang berada di AS, dan tak terhubung dengan server di kantor pusat ByteDance di Beijing, China.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved