Kamis, 16 April 2026

Penambahan Pasien Covid-19 Masih Terkendali, Kutim Masuk Zona Kuning

Pertambahan pasien terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah Kabupaten Kutai Timur ( Kutim ) masih terus terjadi.

TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA
Kadinkes Kutim Bahrani Hasanal mengatakan Kutim ditetapkan sebagai zona kuning dari sebelumnya yang sempat menjadi zona merah. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA– Pertambahan pasien terkonfirmasi positif covid-19 di wilayah Kabupaten Kutai Timur ( Kutim ) masih terus terjadi.

Saat ini pasien terkonfirmasi positif di Kutim berjumlah 105 orang dengan angka pasien sembuh sebanyak 89 orang dan meninggal dunia satu orang.

Dari jumlah tersebut, saat ini sisa 16 pasien yang dirawat dalam rangka proses penyembuhan. Sebanyak 15 pasien dirawat di RSUD Kudungga Sangatta dan satu pasien di rumah sakit di Balikpapan.

Sehingga Kutim ditetapkan sebagai zona kuning dari sebelumnya yang sempat menjadi zona merah.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal saat ditemui TribunKaltim.co di ruang kerjanya, Senin (3/8/2020).

“Memang masih terjadi penambahan. Namun, penambahan tersebut masih terkendali. Karena dari pelaku perjalanan yang merupakan karyawan perusahaan swasta di Sangatta.

Selama mereka melaksanakan imbauan tim gugus tugas, yakni, semua yang tiba di Sangatta, kemudian langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan melakukan dua kali rapid test, atau melakukan isolasi mandiri selama tiga hari dan swab test sebanyak dua kali, semua terkendali,” ucap dr Bahrani Hasanal.

Baca juga: 12 Tahun jadi TNI Gadungan Pangkat Peltu, Begini Akhirnya Nasib Muslianto Usai Kedoknya Terbongkar

Baca juga: Dampak Covid-19, 5 Negara Ini Alami Resesi Ekonomi, Termasuk 3 Negara di Asia, Bagaimana Indonesia?

Seperti diketahui, penambahan lima pasien terakhir pada 1 Agustus 2020 lalu, semuanya berasal dari kalangan pekerja perusahaan swasta di Sangatta, dan merupakan pelaku perjalanan.

Mereka adalah pekerja yang kembali ke Sangatta, setelah melakukan perjalanan untuk tugas maupun cuti.

“Meski sebelum melakukan perjalanan kembali ke Sangatta sudah melakukan rapid test dan hasilnya nonreaktif.

Namun, setiba di Sangatta, mereka harus kembali melaksanakan isolasi mandiri, rapid test atau swab test untuk memastikan terpapar Virus Corona atau tidak. Kalau hasilnya negatif, baru dipersilakan kembali bekerja,” ujar dr Bahrani Hasanal. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved