Breaking News:

Tak Lagi Dukung Prabowo, Pengamat Politik Sebut Sikap PA 212 Wajar & Patut Kecewa, Sering Disalahkan

Presidium Alumni 212 menyatakan deklarasi untuk berhenti mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

YouTube Kompastv
Ketum PA 212 Slamet Maarif menyatakan bahwa PA 212 tak akan dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024. 

TRIBUNKALTIM.CO - Presidium Alumni 212  atau PA 212 menyatakan sikap tak lagi mendukung Prabowo Subianto.

Menanggapi sikap PA 212 ini, pengamat politik hal tersebut sangat wajar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presidium Alumni 212 menyatakan deklarasi untuk berhenti mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Pengamat Politik Andi Prayitno menilai 212 wajar jika kecewa.

Hal itu diungkapkan Andi Prayitno saat hadir di acara Apa Kabar Indonesia Malam pada Senin (11/8/2020).

Ketua PA 212 Sebut Masa Prabowo Sudah Habis di Pilpres, PKS Justru Sarankan Lakukan Ini

Prabowo Disebut Ketua PA 212 Sudah Habis di Pilpres, Mardani Ali Sera justru Sarankan Ini

Prabowo Diperkirakan Tak Ajak Fadli Zon di Gerbong Barunya, Andre Rosiade jadi Debutan

Prabowo Subianto Bakal Dapat Banyak Ganjalan Jika Masih Ingin Maju di Pilpres 2024

Mulanya, Andy Prayitno mengatakan bahwa menurut survei lebih banyak orang tidak setuju Prabowo berkoalisi dengan Jokowi.

Sebagian besar yang tidak mendukung koalisi itu adalah PKS dan 212.

"Ya pada prinsipnya begini sebulan sebelum pelantikan kedua kalinya, saya sempat rilis survei tanggal 18 September menanyakan kepada masyarakat umum 60 persen memang tidak setuju Prabowo menjadi bagian dari koalisi Pak Jokowi."

"Ketika diliris 60 persen itu pendukung Prabowo terutama dari kalangan PKS dan 212," jelas Andy.

Sehingga wajar jika elektabilitas Prabowo akan turun lantaran banyak pendukungnya kecewa.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved