Selasa, 28 April 2026

Tanggapi Aksi Brutal Ormas di Solo, Menag Fachrul Razi Kecam Tindakan Kekerasan dan Intoleransi

Menteri Agama RI Fachrul Razi mengecam tindakan kekerasan dan intoleransi yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

TribunSolo.com/Adi Surya Samodra
Lokasi pembubaran acara pernikahan oleh oknum organisasi massa (ormas) di Mertodranan, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO - Menanggapi aksi brutal oknum ormas di Solo, Menteri Agama Fachrul Razi kecam tindakan kekerasan dan intoleransi.

Menag meminta kepada seluruh jajaran Kanwil Kemenag Provinsi di seluruh Indonesia, untuk turun berdialog dengan tokoh agama dan berbagai lapisan masyarakat.

Tujuannya agar terbangun kesadaran bersama dalam meningkatkan kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama.

Kronologi Kapolresta Solo Kena Pukul saat Amankan Pembubaran Acara Pernikahan Oleh Oknum Ormas

Kronologi Aksi Brutal Ormas Bubarkan Acara Pernikahan di Solo dan Update Kondisi 3 Korban Luka

NEWS VIDEO Detik-detik Aksi Brutal Ormas Bubarkan Acara Pernikahan di Solo, Kapolres Dipukul

Detik-detik Aksi Brutal Ormas Bubarkan Acara Pernikahan di Solo, Kapolres Dipukul, Ada 3 Korban Luka

Menteri Agama RI Fachrul Razi mengecam tindakan kekerasan dan intoleransi yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bentuk kekerasan dan intoleransi seperti itu tidak bisa dibenarkan atas alasan apapun.

Diketahui, pada Sabtu (8/8/2020) malam, ratusan warga menyerang kediaman almarhum Segaf Al-Jufri yang sedang menggelar acara Midodareni, tradisi yang banyak dilakukan masyarakat Jawa untuk mempersiapkan hari pernikahan.

Dalam peristiwa tersebut terdapat korban luka yang harus menjalani perawatan medis.

"Saya mengecam intoleransi yang terjadi di Solo. Saya minta jajaran Kanwil Kemenag Jawa Tengah untuk lebih mengintensifkan dialog dengan melibatkan tokoh agama dan aparat, sehingga tindak kekerasan yang mengatasnamakan agama tidak terjadi," tegas Menag dalam kketerangannya, Selasa (11/8/2020).

Ia menuturkan, dalam situasi apapun, umat muslim seharusnya menunjukkan, Islam adalah agama rahamatan lil'alamiin, penebar perdamaian, di manapun dan kapanpun.

Menag meminta kepada seluruh jajaran Kanwil Kemenag Provinsi di seluruh Indonesia, untuk turun berdialog dengan tokoh agama dan berbagai lapisan masyarakat, agar terbangun kesadaran bersama dalam meningkatkan kualitas kehidupan dan kerukunan umat beragama.

"Pusat Kerukunan Umat Beragama dan FKUB di Kabupaten/Kota agar dapat mengambil inisiatif untuk memfasilitasi proses dialog antar pihak dalam menyikapi setiap dinamika kehidupan dan kerukunan, sehingga tidak terjadi anarkisme," jelas Menag.

"Indonesia adalah negara majemuk. Semua pihak harus saling menghormati. Karenanya, tidak ada tempat bagi intoleransi di negara ini," sambungnya.

Menag berharap aparatur setempat dapat menyelesaikan persoalan ini sesuai dengan koridor hukum. Para pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai undang-undang yang berlaku.

Man United Berhasil Lolos ke Semifinal Liga Europa, Tapi Bruno Fernandes dkk Terancam Gigit Jari

Raffi Ahmad Meradang Dengar Pengakuan Nagita Slavina Menikah Karena Hanya Ingin Manfaatkan Keadaan

Anang Bakal Ceraikan Ashanty Jika sang Istri Nekat Lakukan Olahraga Ini, Aurel Langsung Kaget

Karyawan Swasta Tak Ikut BPJS Ketenagakerjaan Bisa Akses Bantuan Pemerintah Ini, Nilainya Sama

3 Orang Terluka

Sebanyak 3 orang terluka dalam insiden penyerangan yang dilakukan oknum organisasi massa (ormas).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved