Rabu, 15 April 2026

Air Sungai Bontang Jadi Merah, Diduga Warga Cuci Drum, DLH Lakukan Uji Laboratorium

Fenomena air sungai berubah jadi warna merah di Bontang kembali terjadi, Rabu (12/8/2020) malam.

TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Fenomena air sungai berubah jadi warna merah di Bontang kembali terjadi, Rabu (12/8/2020) malam. Peristiwa tersebut mendadak jadi tontonan warga yang melintas di bilangan Tanjung Laut tepatnya di dekat gedung Aini Rasyifa. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Fenomena air sungai berubah jadi warna merah di Bontang kembali terjadi, Rabu (12/8/2020) malam.

Peristiwa tersebut mendadak jadi tontonan warga yang melintas di bilangan Tanjung Laut tepatnya di dekat gedung Aini Rasyifa.

Kejadian ini pun terjadi  kehebohan di media sosil Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Saat dikonfirmasi, Dinas Lingkungan Hidup melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) Bontang Syapriansyah mengatakan, pihaknya masih mencari tahu penyebab tercemarnya sungai tersebut.

Mereka langsung melakukan peninjauan di lokasi itu, usai menerima informasi dari warga soal berubahnya air sungai jadi warna merah.

Baca Juga:Lagi, Teluk Balikpapan Tercemar Diduga Tumpahan Minyak, Hasil Uji DLH: Dibakar Tidak Menyala

Baca Juga:Pemprov Akui Lalu-lintas Batu Bara di Sungai Mahakam Ganggu Pesut, RASI: Sudah Tercemar Timbal Logam

Kepada Tribubkaltim.co, pihaknya mengaku telah mengambil sampel air yang berwarna merah dan air sungai tak tercemar, sebagai bahan perbandingan. Dia menyebut hasilnya akan dilihat sekitar 2 hari. Setelah hasil uji laboraturium.

"Nanti kita bandingkan air warna dengan yang belum. Hasilnya bisa dilihat apakah ada bahan kimianya atau tidak," katanya.

Untuk diketahui, pada 2014 di sungai yang sama air pernah menjadi merah. Kini kejadian itu terulang lagi. Diduga ada warga yang melakukan pencucian drum tempat pewarna di kawasan tersebut.

"Dulu pernah gini.Mungkin ada yang cuci drum lagi," kata salah satu warga sekitar, Muliawan.

Sebelumnya kejadian air merah juga terjadi di aliran sungai Perumahan BTN KCY pada 2018 lalu. Kata Muliawan, peristiwa seperti itu harusnya menjadi pelajaran sehingga kejadian tersebut tidak terjadi lagi. Tapi faktanya masih terjadi.

"Mestinya ada sanksilah. Biar mereka yang malakukan ini bisa jera,” ucapnya.

Sementara warga lainnya, Kamarullah warga Jalan beringin Berbas Tengah mengaku kaget melihat aliran parit yang berada di depan pencucian mobilnya tiba-tiba merah.

Sebut Kamirullah, ia melihat salah satu warga berseragam pekerja berbaju coklat mencuci tandon cat berbentuk kotak. Tandon itu dibawa memakai gerobak. Setidaknya ada 4 tandon yang hendak dicuci, namun hanya 1 yang sempat dicuci.

"Pas saya tanya. Dia bilang gak berbahaya. Makanya dia cuci," tururnya saat menunjukkan tempat mencuci tandon itu.

Dari pantauan Tribunkaltim.co, air sungai sudah kembali normal seperti sedia kala, Kamis (13/8/2020) Tak lagi berwana merah. (*)

Baca Juga:Melihat Lingkungannya Tercemar, Destinasi Wisata Baduy Minta Ditutup, Kirim Surat ke Presiden Jokowi

Baca Juga:Teluk Balikpapan Kembali Tercemar Tumpahan Minyak, Pertamina Turun, DLH: Mungkin Air Bilasan Cucian

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved