Jumat, 5 Juni 2026

Sebelum Jadi Wakil Erick Thohir di Komite Covid-19, Jenderal Bintang Tiga Ini Ancam Copot Kapolda

Sebelum resmi Jadi wakil Erick Thohir di Komite covid-19, Wakapolri Gatot Eddy Pramono tebar ancaman, Jenderal bintang 3 ini bakal copot Kapolda

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Wakapolri Gatot Eddy Pramono 

TRIBUNKALTIM.CO - Sebelum resmi Jadi wakil Erick Thohir di Komite covid-19, Wakapolri Gatot Eddy Pramono lebih dulu tebar ancaman, Jenderal bintang 3 ini tak segan copot Kapolda.

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono ditunjuk menjadi Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.\

Gatot diperkenalkan oleh Menteri BUMN Erick Thohir, yang juga Ketua Komite Pelaksana Penanganan covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, saat konferensi pers bersama di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/8/2020).

BLT Karyawan Swasta Rp 600 Ribu Cair Akhir Bulan Agustus, Ada Kabar Baik Lainnya dari Erick Thohir

Belum Seminggu Ditunjuk Jokowi Jadi Wakil Erick Thohir, Begini Cara Andika Perkasa Tangani Covid-19

Mahfud MD Beber Alasan Andika Perkasa Jadi Wakil Erick Thohir Tangani Covid-19, Begini Peran TNI

Setelah resmi menjadi wakil Erick Thohir di Komite covid-19, Wakapolri Gatot Eddy Pramono langsung bergerak.

Seperti diketahui Wakapolri Gatot Eddy Pramono memang tak main-main memerintahkan anak buahnya ikut terlibat dalam penanganan covid-19.

Bahkan sebelum ditunjuk jadi wakil Erick Thohir, Jenderal bintang 3 ini lebih dulu mengancam akan menccopot Kapolda.

Hal itu ditegaskan Gatot Eddy Pramono agar para pimpinan wilayah Kepolisian serius dalam menangani covid-19.

Bukan tanpa alasan Erick Thohir menunjuk Wakapolri Gatot Eddy Pramono masuk dalam Komite covid-19.

Menurutnya tim pelaksana tidak akan sukses tanpa dukungan TNI - Polri.

Maka dari itu, ia mengunjungi Mabes Polri untuk memastikan sinergitas.

Selain itu, Erick Thohir juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam penanganan covid-19.

Menurutnya, penanganan covid-19 juga tidak akan sukses apabila masyarakat tidak patuh menerapkan protokol kesehatan.

Maka dari itu, sosialisasi protokol kesehatan oleh aparat keamanan dinilai penting. Kegiatan tersebut akan difokuskan di 83.000 kelurahan dan desa.

"Karena itulah peningkatan kedisiplinan, peningkatan sosialisasi yang akan dilakukan oleh TNI - Polri menjadi hal yang sangat signifikan dan sangat penting, dalam arti supaya masyarakat bisa membantu daripada sukses penanganan covid-19 ini,” ujarnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved